Selasa, 16 Desember 2014

FF ONESHOT Your Tears

YOUR TEARS

(Oneshot)

Author : Dilla Oktafiana
Cast :
-Han Yu Eun (YuEun)
-Kim Seok Jin (Jin)
-Jeon Jung Kook (JungKook)
-other

Ehem hehe , author bawa ff lagi ini . Oneshot sih wkwk . Maap kalau kaga nyambung atau kaga rame hihihi
Komen yap

Sumary :
Sebuah senyum dan tangis sebenarnya hanya topeng untuk mewakili apa yang sedang dirasakan oleh hati

All author point of view

" Han YuEun , kau sangat cantik " YuEun mundur beberapa langkah , namun dinding gudang sekolahnya menahan tubuhnya hingga dia tidak bisa lagi melangkah menjauhi pemuda yang sejak tadi sedang mencoba menggodanya dengan cara yang tidak lucu .
" Tapi kenapa kau tidak pernah tersenyum sama sekali ? Apa senyummu sangat mahal ? " Lanjut pemuda itu . YuEun hanya diam , dia muak dengan semua pria populer seperti pemuda ini . Semua perilakunya benar-benar menjijikan . Cukup satu kali saja dia mau menjadi kekasih dari seorang pria populer , pria populer bernama park jimin yang menjadi penyebab YuEun tidak bisa tersenyum lagi hingga saat ini .
" Tersenyumlah Han YuEun . Tidak semua laki-laki sama brengsek seperti park jimin" pemuda itu mulai menahan tangan YuEun . YuEun mencoba melepaskannya namun bisakah seorang gadis kecil seperti dia melepaskan cengkraman pemuda sekuat jungkook ? Jungkook adalah ketua tim judo , mana mungkin bisa YuEun melawannya .
" Hey manis , ayolah tersenyum . Jika kau tidak ingin tersenyum , aku akan membuatmu tersenyum dengan cara yang lain " jungkook tersenyum setan dan mulai meraba-raba semua bagian tubuh YuEun , YuEun tersentak kaget lalu mulai memberontak , namun jungkook semakin liar dan bernafsu . Jungkook membuka kemeja sekolah yang dikenakan YuEun , dan saat Jungkook berhasil melepaskan kemeja iti dari YuEun , jungkook tersentak kaget saat melihat YuEun meneteskan air matanya . Jungkook tidak menyangka , gadis dingin dan tidak pernah tersenyum seperti YuEun menangis karena perlakuannya . JungKook tahu persis jika YuEun adalah gadis yang sama sekali tidak pernah meneteskan air matanya . Saat melihat jimin bercumbu dengan wanita lainpun YuEun hanya diam dan menyebabkan YuEun tidak bisa tersenyum lagi , namun YuEun tidak menangis saat itu . Sementara kali ini ? Dia membuat gadis sekuat YuEun menangis , jungkook bersumpah jika dia tidak bermaksud seperti itu , dia hanya ingin membuat YuEun tersenyum kembali . Namun ternyata cara yang ia lakukan bahkan lebih buruk dari perlakuan park jimin .
" Apa aku terlahir untuk dipermainkan oleh pria-pria seperti kalian ? " Akhirnya YuEun membuka mulutnya sambil terisak , jungkook membeku . Tangisan YuEun menusuk pendengarannya
" Apa salahku ? " Jerit YuEun , jungkook menutup matanya
" Aku bertanya padamu apa salahku jeon jungkook ?! Apa aku pernah berbuat sesuatu yang membuat kalian memperlakukanku seperti hewan ! " Kali ini YuEun menangis kencang , jungkook tetap diam dan akhirnya tubuhnya melemas lalu terperosot dan terduduk di lantai gudang sekolahnya yang kotor .
YuEun mengambil kemeja miliknya lalu memakainya kembali . YuEun segera berlari keluar . Jungkook memegang kepalanya frustasi

~~~

Beberapa tahun berlalu , kini YuEun telah menjadi seorang mahasiswa di salah satu universitas terkenal di seoul .
Namun saat ini YuEun adalah gadis paling populer dikampusnya , karena sikapnya yang dingin dan sama sekali tidak pernah tersenyum . Teman-teman di kampusnya memanggil YuEun dengan sebutan ' ice flower ' atau ' strange girl ' .
" YuEun-ah , apa yang sedang kau lihat ? " Tanya HaRin, sahabat YuEun sejak memasuki universitas ini. Mereka tengah menyantap makan siang mereka di kantin yang berada di kampus mereka .
" Harin-ah , aku benci diriku sendiri " jawab YuEun , Harin mengerutkan dahinya
" Apa maksudmu ? "
" Aku jatuh cinta pada pria populer lagi " ucap YuEun sambil menghela nafas
" Pria populer mana yang kau maksud ? " Harin mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin
" Dia " harin mengikuti arah pandangan YuEun dan menemukan seorang laki-laki yang tengah dikerumuni banyak gadis
" Kau menyukai Jin ? " YuEun mengangguk
" Buahahahahahaha , hey gadis aneh kau menyukai temanku ? " Tanya seseorang dengan tiba-tiba . YuEun dan Harin menoleh , lalu memutar bola mata mereka malas . Taehyung .
" Apa kau tidak bisa berhenti mencampuri urusan orang lain kim taehyung " bentak Harin , YuEun hanya diam . Malas menanggapi orang aneh yang menyebutnya gadis aneh .
" Jin hyung ! " Panggil taehyung , jin menoleh .
" Gadis aneh ini berkata jika dia menyukaimu " teriak taehyung . YuEun dan Harin membelalakan mata mereka . Secara otomatis seluruh penghuni kantin memperhatikan YuEun dengan tatapan merendahkan . YuEun geram , dia berdiri lalu meninju wajah taehyung dengan keras. Taehyung mengerang kesakitan
" Mahluk tidak waras ! " Bentak YuEun lalu pergi meninggalkan kantin . Harin mengikutinya . Jin hanya diam dan memandang YuEun hingga punggung gadis itu menghilang dari pandangannya .

~~~

Sore itu cuaca terbilang cukup sejuk , hawa musim gugur sudah mulai terasa dipenghujung musim semi ini . YuEun tengah menikmati alunan musik yang berputar melalui handsfree yang ia kenakan . Taman kampusnya cukup tenang untuk membuat suasana hatinya yang sedang kacau agar mendingin dengan sendirinya .
Harin berkata jika dia akan pulang lebih dulu karena dia akan pergi berkencan dengan sang kekasih , min yoongi .
YuEun memejamkan matanya agar lebih menikmati musik yang sedang dia dengarkan . Lagu favorit YuEun , liriknya begitu menyayat hati . Lagu 'just one day' milik BTS itu selalu mengingatkannya pada sosok pria-pria populer yang pernah mempermainkannya . Lagu itu memang bercerita tentang pria populer yang ingin berkencan dan membahagiakan gadis yang dia sukai walau dalam satu hari . Namun pada kenyataannya pria populer selalu menyakiti hati para gadis yang mencintai mereka .
Saat tengah menikmati lagu yang ia putar , YuEun mengerutkan dahinya saat tiba-tiba cahaya matahari senja yang masuk kedalam matanya meredup . YuEun membuka matanya dan terperanjat melihat wajah seorang kim seokJin berada tepat dihadapan wajahnya .
" Ya tuhan , kau mengagetkanku " ucap YuEun , jin tersenyum . YuEun terpana , mengapa jin mempunyai senyum selembut itu.
" Kau terkejut ? Maaf . " Ucap jin , YuEun hanya mengangguk
" Apa yang sedang kau lakukan disini ? " Tanya jin , YuEun hanya diam . YuEun tidak mungkin berkata jika dia tengah merenung , itu akan membuatnya terlihat menyedihkan .
" Aku hanya sedang menunggu seorang teman " jawab YuEun berbohong
" Kau ingin pulang bersamaku ? " Tawar Jin , YuEun membelalakan matanya
" Atas dasar apa kau ingin mengajakku pulang bersama ? "
" Aku hanya menawarkan "
" Tidak,terimakasih . Sampai jumpa " ucap YuEun lalu segera beranjak dari tempat duduknya .
" Bukankah kau berkata jika kau sedang menunggu temanmu ? " Teriak jin saat YuEun mulai melangkah .
" Dia tidak akan datang . Dia pergi berkencan " jawab YuEun lalu berjalan dengan tergesa-gesa . Jin tersenyum , namun tiba-tiba ada seseorang menepuk pundaknya
" Ha ! Jin hyung , kau menyukai gadis aneh itu kan ? " Tanya taehyung . Jin berdecak sebal
" Aku tidak menyukainya ! "

~~~

Hari ini para gadis di kampus YuEun dihebohkan oleh seorang mahasiswa baru . Mereka bilang mahasiswa baru itu tampan , pintar bernyanyi dan juga kuat
Mereka juga berkata , jika mahasiswa baru itu adalah saingan Jin .
" YuEun , Han YuEun ! " Panggil seseorang . YuEun terperanjat mendengar suara itu , suara lembut yang tertahan itu hanya dimiliki oleh satu orang .
" Harin , siapa yang memanggilku " tanya YuEun dia sama sekali tidak berani menoleh , harin menoleh ke arah sumber suara .
" Woaahh , dia mahasiswa baru itu, bagaimana bisa dia tau namamu " jawab Harin dengan ekspresi takjub
" YuEun-ah , dia berjalan ke arah kita " tambah harin . YuEun semakin panik dibuatnya
" Han YuEun , aku merindukanmu " ucap pria itu lalu menarik YuEun kedalam pelukannya . Harin dan semua gadis di kampusnya membelalakan matanya
" Apa yang kau lakukan ! Lepaskan ! " Bentak YuEun , jungkook melepaskan pelukannya . YuEun segera berlari , rasa trauma akan sentuhan jungkook saat mereka berada di sekolah menengah belum menghilang .

~~~

" YuEun-ah "
" Jangan mendekat , kumohon jangan sentuh aku !! " Jin tersentak kaget , ada apa dengan gadis ini
" YuEun-ah , kau baik-baik saja ? " Tanya jin
" jangan sentuh aku ! kumohon " teriak YuEun semakin histeris . Jin tidak tahu apa yang terjadi
" Han YuEun , apa kau sakit ? Eoh ? " Tanya jin lagi , jin berusaha menyentuh tangan YuEun , namun YuEun segera menepisnya
" Pergilah ! Kumohon " jin semakin iba , wajah YuEun terlihat sangat pucat , ekspresi ketakutan terlihat jelas di wajahnya
" Jin sunbae , biar aku saja yang menenangkannya " ucap harin yang baru saja datang . Harin segera memapah tubuh YuEun lalu berjalan menjauh . Jin menatap heran lalu menghela nafas

~~~

" Han YuEun , berhenti disana ! " Teriak jungkook . YuEun tidak menghiraukannya , dia terus berlari . YuEun benar-benar tidak ingin bertemu dengan pria ini lagi . Mengapa dia kembali setelah YuEun sudah mulai melupakan peristiwa pahit itu .
YuEun berbelok kearah ruang musik kampusnya , jungkook kebingungan , dia kehilangan jejak YuEun
YuEun menghela nafasnya setelah melihat jungkook melangkah menjauhi ruang musik tempatnya bersembunyi .

~~~

" Jin hyung , kau menyukai gadis aneh itu benar ? " Tanya taehyung . Jin menggeleng
" Aku tidak tertarik dengan gadis aneh seperti dia " jawab jin
" Eoh , Han YuEun " teriak taehyung tiba-
tiba , jin membelalakan matanya .
" Dimana YuEun ? " Tanya jin panik
" Buahahahaha aku hanya bercanda hyung , sudah kubilang kau benar-benar menyukainya " taehyung tertawa lepas , jin ingin sekali memukul pria ini . Mengagetkannya saja
" Aku sudah mengatakannya berkali-kali , aku tidak menyukainya . Gadis aneh seperti Han YuEun bukan tipeku kau tahu ! Aku lebih tertarik dengan gadis seksi dan agresif seperti HyuNa atau HyoRin " jelas jin . Taehyung menyenggol tangan jin
" Apa ? Kau akan menipuku lagi dengan berkata jika YuEun ada disini ? Mendengar semua perkataan kita ? Aku tidak akan percaya lagi ! " Tambah jin , taehyung mendekati jin lalu berbisik
" Kali ini aku bersungguh-sungguh hyung . Dia,maksudku Han YuEun ada di belakangmu " jin tersenyum meledek lalu menoleh dan menemukan YuEun tengah berdiri tepat di belakangnya .
" Maaf aku hanya ingin mengambil barangku yang tertinggal " ucap YuEun lalu mengambil barang yang ia maksud . YuEun membungkuk lalu pergi dengan langkah yang dipercepat . Jin segera memukul kepala taehyung
" Sial , kenapa kau tidak memberitahuku bodoh ! " Bentak jin lalu segera pergi menyusul YuEun .

~~~

Jin tengah kebingungan , masalahnya dia sudah berlari kesana kemari mengelilingi seluruh kampus , tapi dia sama sekali tidak menemukan YuEun .
" Jino-ya kau tahu , baru saja ada kecelakaan di depan kampus . Seorang mahasiswi yang mengenakan kaos berwarna biru tertabrak oleh mobil " jin tersentak kaget mendengar pembicaraan para mahasiswa itu . Bukankah YuEun tadi mengenakan kaos biru ?
" Han YuEun ! "
Jin segera berlari keluar gerbang kampusnya dan menemukan sekerumunan orang . Jin menerobos sekerumunan orang itu dan menemukan seorang gadis berkaos biru tergeletak , sekujur tubuhnya berlumuran darah . Jin menghela nafasnya , ternyata itu bukan YuEun .
" Ya tuhan terimakasih " gumam jin lalu menjauh dari kerumunan itu dan kembali mencari YuEun
Jin tersenyum lega saat melihat sosok YuEun tengah berdiri di bawah lampu merah . Namun matanya membelalak saat gadis itu hendak menyebrang disaat ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi . Jin segera berlari
" YuEun-ah , awas ! " Teriak jin dari kejauhan , namun YuEun tidak bisa mendengarnya
" Han YuEun ! " YuEun akhirnya menoleh saat jarak Jin mulai dekat dengannya
" Awas ! " Teriak Jin lalu segera menarik YuEun kembali ke bahu jalan . Jin segera memeluk gadis itu
" Gadis bodoh ! " Ucap jin dengan nafas yang terengah-engah . YuEun hanya diam , dia masih terkejut
" Bodoh ! Kenapa kau membuatku khawatir ! " Bentak Jin
" Kenapa kau mengkhawatirkanku ? " Tanya YuEun . Jin melepaskan pelukannya
" Aku sendiri bingung ! Kenapa aku selalu mengkhawatirkan gadis aneh sepertimu ! Meskipun aku berkata aku tidak menyukaimu , tapi di dalam hatiku aku selalu ingin tahu sedang apa dan dimana kau berada ! Jadi mulai saat ini tolong jaga dirimu baik-baik . Jangan membuatku khawatir ! Kau mengerti ? " Ucap jin . YuEun hanya diam , lalu mengangguk .
" Aku akan mengantarmu pulang " ucap jin , YuEun segera menggeleng
" Tidak ada penolakan ! "

~~~

" YuEun-ah , jangan menghidariku lagi ! Aku benar-benar sudah berubah , aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti dulu lagi " Jungkok mendekati YuEun dengan perlahan , namun gadis itu tetap mundur menghidari jungkook .
" Kumohon jangan mendekat " teriak YuEun , Jungkook kembali meyakinkan YuEun kalau dirinya benar-benar sudah berubah .
" YuEun-ah , percayalah aku sudah berubah . Aku tidak ingin menyakitimu lagi " jungkook akhirnya berhasil menggenggam tangan YuEun , alhasil YuEun semakin panik dibuatnya
" Jangan sentuh aku , hiks . Jangan sentuh aku " isak YuEun , jungkook memeluk YuEun .
" Kumohon jangan sentuh aku " jerit YuEun sambil menangis kencang
" Kau tidak mendengarnya ? Lepaskan dia ! " Bentak Jin yang entah sejak kapan berada disana
" Kau tidak usah ikut campur ! Ini urusanku ! " Bentak jungkook , jin mencibir
" Jika itu menyangkut YuEun , itu berarti sudah menjadi urusanku juga ! YuEun adalah kekasihku ! " Jungkook membelalakan matanya .
" YuEun-ah , benarkah dia kekasihmu ? Kenapa kau tega ! Kenapa kau tega menerima cinta dari pria lain ! " Bentak jungkook lalu menarik kerah baju YuEun . YuEun panik karena dia tidak bisa bernafas
" Apa yang kau lakukan bodoh ! " Bentak Jin lalu menyingkirkan cengkraman tangan jungkook dari kerah baju YuEun
Jungkook yang merasa geram akhirnya mengambil sebuah pisau dari kantong jaketnya . Jin dan YuEun terkejut .
" Jika kau memilih dia , aku akan membunuhnya ! " Teriak jungkook . YuEun mambelalakan matanya .
" Ya tuhan , sadarlah jeon jungkook ! Apa kau sudah gila ! " Teriak YuEun
" Aku memang sudah gila karenamu Han YuEun . Aku tidak ingin ada laki-laki lain yang mendekatimu ! " Jungkook semakin gelap . Jungkook kembali menyodorkan pisau itu , dan dia maju hendak menusukan pisau itu ke arah jin . YuEun segera menepis tangan jungkook lalu mendorong tubuh jungkook dan menindihnya
" Jin-ah , lari ! " Perintah YuEun , jin menggeleng
" Cepat lari ! " Teriak jin lagi . Akhirnya jin berlari keluar . YuEun masih berada diatas tubuh jungkook
" Jungkook-ah , bunuh saja aku ! " Ucap YuEun pasrah . Jungkook segera memeluk YuEun
" Tidak YuEun-ah . Kau cinta sejatiku . Aku tidak ingin kehilanganmu "
" Tapi aku tidak mencintaimu jungkook-ah " jawab YuEun . Jungkook kembali menggeram marah
" Lalu siapa pria yang kau cintai ? Pria brengsek seperti park jimin ? Hah ! " Teriak jungkook
" Bukan jungkook-ah . Aku mencintai jin ! " Aku yueun . Jungkook kembali meraih pisau yang berada tepat di sampingnya
" Jika aku tidak bisa memilikimu maka tidak ada seorangpun yang bisa memilikimu ! " Teriak jungkook lalu hendak menusukkan pisau itu ke punggung YuEun
" Jangan bergerak ! " Perintah polisi-polisi yang tiba-tiba datang . Polisi yang dipanggil oleh jin
" Lepaskan pisau itu ! " Perintah salah satu polisi . Jungkook menurut lalu menaruh pisau itu . Jin segera berlari dan menarik YuEun , para polisi segera menahan jungkook
" YuEun-ah saranghae ! Jeongmal saranghae ! " Teriak jungkook . YuEun menangis , jin memeluk YuEun dengan erat .
" Tenanglah , semuanya sudah berakhir " ucap jin menenangkan . YuEun menatap jin
" Terimakasih Jin-ah " ucap YuEun sambil tersenyum . Jin terpana , inilah pertama kalinya seorang Han YuEun menunjukkan senyumannya

The end

FF ONESHOT Will you remember me ?

WILL YOU REMEMBER ME ?

Author : Dilla Oktafiana

Hai , hehe .
FF yg ini ceritanya sedikit dewasa (bukan berarti ada kek gitunya) maksud dewasa disini , tema ceritanya .
Author minta komennya oke
Don't like , don't read !
Happy reading

Cast :
-Kim TaeHyung ( taehyung )
-Shin HaNa ( hana )
-Jung HoSeok ( hoseok )
-other

Sumary : jika kau dapat mengingat semuanya kembali , akankah kau mengingatku ?

All author point of view

" Hoseok oppaaaaaa " teriak seorang gadis pada pemuda yang sedang membereskan meja-meja di kafe miliknya sendiri .
" Hana-ya " jawab Hoseok lalu segera berlari dan memeluk gadis itu dengan erat . Hoseok melepaskan pelukan mereka lalu berkata
" Hyaa , shin hana ! Kau kembali tanpa memberitahuku ? " Ucap hoseok sambil berkacak pinggang
" Ini kejutan oppa , maaf hihi " ucap Hana sambil terkikik
" Baiklah , baiklah aku tentu akan berbaik hati , karena kau baru saja kembali . Tapi lain kali tolong beritahu aku ya " ucap hoseok lalu mengusak rambut hana dengan lembut
" Baik bos " teriak hana dengan nada tegas . Hoseok tertawa . Gadis ini belum berubah sama sekali , selalu tersenyum dan selalu ceria
" Oppa , siapa dia ? " Tanya Hana setelah dia melihat seorang pemuda yang tengah menghias kue sambil tersenyum polos layaknya anak kecil
" Dia taehyung , kim taehyung . Sepupuku yang tinggal bersamaku " Hana tersenyum manis , dia benar-benar terpesona melihat sosok pemuda manis itu
" Oppa , kenalkan dia padaku . Please ? " Hoseok tersenyum
" Sekian lama kau tinggal di jepang , tidak adakah seorang pemuda yang bisa meluluhkan hatimu ? " Tanya hoseok , hana menggeleng
" Oppa cepatlah "
" Baiklah baiklah . Taehyung-ah " panggil hoseok . Taehyung menoleh lalu tersenyum
" Ne ? "
" Kemarilah " perintah hoseok . Taehyung mengangguk lalu menghampiri hoseok dan hana
" Taehyung-ah , ini temanku sejak kecil . Shin hana . Dan hana , ini sepupuku . Kim taehyung " taehyung tersenyum lalu mengulurkan tangannya . Hana dengan semangat menyambut uluran tangan taehyung
" Senang berkenalan denganmu " ucap taehyung lalu tersenyum lebar . Hana benar-benar terpesona melihat senyuman itu

~~~

Beberapa minggu mengenal seorang kim taehyung , membuat hari-hari Hana terasa berwarna . Taehyung selalu membuatnya tersenyum , selalu membuatnya tertawa dan selalu mengajarkannya hal-hal yang baru . Meskipun semua hal baru itu terbilang sangat aneh . Seperti bermain gitar menggunakan kaki , berenang dengan menggunakan jaket tebal , bersepeda di dalam cafe , meminum susu menggunakan mangkuk seperti kucing dan hal-hal aneh lainnya yang tak jarang membuat hoseok harus meminum obat sakit kepala karena ulah mereka .
Tanpa mereka sadari benih-benih cinta mulai tumbuh dalam hati mereka
" Taehyung-ah , apa yang sedang kau lakukan ? "
" Aku sedang mencoba berfoto dengan gaya baru " ucap taehyung .
" Benarkah ? Gaya apa itu ? " Tanya hana penasaran .
" Ini gaya berfoto dengan wajah ikan " teriak taehyung dengan semangat , hana tersenyum . Sementara hoseok hanya bisa memijat pelipisnya , hal aneh apa lagi yang akan mereka lakukan kali ini .
" Woahh keren sekali , ajarkan aku gaya itu " pinta hana , taehyung mengangguk lalu mulai memperagakan gaya baru yang dia maksud
" Gembungkan kedua pipimu " titah taehyung , hana menurut lalu menggembungkan kedua pipinya
" Kau sangat imut " ucap taehyung , hana membeku . Itu adalah ucapan manis pertama yang dia dengar dari taehyung
" Terimakasih " kata hana , taehyung hanya tersenyum
" Ayo lanjutkan " hana mengangguk lalu kembali menggembungkan kedua pipinya
" Taruh kedua tanganmu di pipimu seperti ini " taehyung menaruh kedua tangannya , dan hana mengikutinya . Lalu mereka berdua tertawa lepas
" Hoseok oppa , tolong foto kami " hoseok menghela nafas , namun tetap saja dia tidak bisa menolak permintaan kedua mahluk aneh ini
" Baiklah satu , dua , tiga " klik . Hoseok memberikan hasil foto hana dan taehyung dengan gaya baru mereka
" Woaahh bagus sekali " teriak hana dengan heboh . Taehyung mengangguk setuju . Lalu mereka kembali tertawa

~~~

Taehyung menunggu hana dengan perasaan gelisah , hari ini taehyung berencana akan mengungkapkan perasaannya pada Hana
" Taehyung-ah " panggil hana , taehyung kaget sekaligus gugup.
" Hana-ya ? " Panggil taehyung , hana menoleh lalu tersenyum pada taehyung
" ada apa taehyung-ah ? "
" Hana-ya , aku memang orang yang aneh , semua yang aku lakukan memang tidak normal . Tapi dibalik semua itu , aku tetaplah seorang laki-laki yang bisa merasakan apa itu cinta . Aku menyukaimu , sejak kapan perasaan ini tumbuh , aku juga tidak mengetahuinya dengan jelas . Tapi aku selalu memikirkanmu hampir setiap aku akan memasuki alam mimpi " ucap taehyung sambil menggengam kedua tangan hana. Hana hampir saja meneteskan air matanya karena terharu
" Taehyung-ah , aku tidak peduli kau itu orang yang aneh atau kau alien sekalipun , aku tetap menyukaimu , dan nyaman bersamamu " jawab hana . Taehyung kembali menatap hana
" Kalau begitu , bersediakah kau mencintaiku dan menerima segala kekuranganku . Menjalani hidup bersama-sama sebagai pasangan termanis yang pernah ada " tanya taehyung . Hana mengangguk
" Aku mencintaimu , sebagai lelaki yang membuatku terpesona sejak pertama kali aku melihatmu . Aku bersedia , menjadi pasanganmu kim taehyung " taehyung tersenyum bahagia lalu memeluk hana dengan erat .

~~~

" Hana-ya , ini adalah hari jadi hubungan kita pertama . Bolehkah aku menciummu ? " Tanya taehyung dengan polosnya . Hana tertawa
" Taehyung-ah , siapa yang akan melarangmu ? " Taehyung hanya bisa tersenyum canggung lalu mencoba mendekatkan wajahnya pada wajah hana . Hingga tinggal beberapa senti lagi , bibir mereka akan bersentuhan hana akhirnya memejamkan matanya lalu merasakan lembutnya bibir taehyung yang mendarat tepat di atas bibirnya
Taehyung mulai melumat pelan bibir tipis hana , hana membalas ciuman taehyung . Merekapun akhirnya larut dalam ciuman mereka yang manis dan lembut

~~~

Satu tahun terlewati sejak pertama kali hana dan taehyung berkencan , hari ini adalah hari ulangtahun taehyung yang ke 23 tahun . Hana meminta bantuan hoseok untuk menyiapkan pesta kejutan untuk kekasihnya itu . Bukan pesta mewah , hanya pesta kecil yang hanya dirayakan oleh taehyung dan hana

" 30 november. Selamat ulang tahun uri TaeTae , pria paling tampan dan pria yang paling aku sayangi di seluruh jagat raya " teriak hana saat mereka tengah merayakan pesta kecil berdua di dalam kamar taehyung . Hana lalu menyuruh taehyung untuk meniup lilin yang tertancap di atas kue ulang tahun yang hana buat dengan bantuan hoseok . Taehyung menutup matanya untuk berdo'a lalu meniup lilinnya
" Terimakasih uri Hana , gadis paling manis dan paling aku cintai " ucap taehyung lalu mengecup pelan kening hana dengan penuh kasih sayang
" Taehyung-ah , aaaaaa " titah hana , taehyung menurut lalu membuka mulutnya lebar-lebar
" Anak pintar hihhi " hana terkikik , dia sengaja membuat mulut taehyung kotor oleh krim dari kue ulang tahunnya
" Hana-ya kau harus bertanggung jawab , bersihkan mulutku " ucap taehyung lalu mendekatkan wajahnya pada wajah hana , lalu taehyung memajukan bibirnya . Hana tersenyum geli , lalu mencium bibir taehyung dan melumatnya hingga bibir taehyung bersih tanpa setitik krim pun tersisa dimulutnya . Namun taehyung meraih tengkuk hana dan memperdalam ciuman mereka . Hana hanya diam ketika taehyung mulai menerobos mulutnya menggunakan lidah .
Kali ini taehyung mulai berani meraba bagian dada hana , hana mendesah kecil .
Pada akhirnya malam itu mereka habiskan dengan menyatukan tubuh mereka di ranjang dengan lembut dan penuh cinta .

~~~

Hari itu , hana merasa sangat mual dan luar biasa pusing , hana pun memutuskan untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit seoul . Hana membelalakan matanya saat dokter itu berkata
" Selamat , anda akan segera menjadi seorang ibu . Usia kandungan anda sudah menginjak 2 minggu " hana ingat , dia sudah terlambat datang bulan selama 2 minggu , dan hana ingat malam itu . Taehyung tidak menggunakan pelindung.
Hana akhirnya menghubungi taehyung dan memberi tahukan kabar itu padanya . Hana tersenyum bahagia setelah mendengar apa yang taehyung katakan di telpon tadi
" Benarkah ? Aku akan menjadi ayah ? Hana-ya ayo kita menikah dan merawat buah hati kita bersama-sama . Terimakasih banyak hana-ya . Aku akan menjemputmu dirumah sakit . Kau tunggu aku , aku akan sampai disana dalam 15 menit " hana menutup sambungan telpon itu lalu menunggu taehyung di bangku yang disediakan rumah sakit .

~~~

Satu jam sudah hana menunggu , itu berarti sudah 45 menit lebih lama dari waktu yang taehyung janjikan . Dia terus melirik jam dan handphonenya berharap taehyung segera datang , atau minimal menghubunginya .
Hana baru saja akan berdiri dan memutuskan untuk pulang , namun matanya menangkap sosok kim taehyung yang tengah terbaring di atas blangkar yang sedang didorong dengan terburu-buru oleh para dokter dan suster rumah sakit ini .
" Taehyung ? " Hana segera berlari mengikuti para perawat itu dan melihat ternyata memang benar taehyung-lah yang terbaring dengan kepala yang berlumuran darah .
" Taehyung-ah , kim taehyung ! Apa yang terjadi padamu ! " Teriak hana panik , salah satu perawat menarik tubuh hana , dan menyuruh hana untuk tetap tinggal diluar selama taehyung berada di dalam ruang gawat darurat . Hana menangis lalu menghubungi hoseok . Hoseok akhirnya datang lalu segera memeluk hana
" Apa yang terjadi ? " Tanya hoseok . Hana menjelaskan semuanya , namun dia juga tidak tahu persis apa yang terjadi pada taehyung saat di perjalanan .

~~~

Setelah cukup lama menunggu , akhirnya dokter dan para perawat keluar dari ruangan itu . Hana dan hoseok segera menanyakan kabar taehyung
" Kalian tidak perlu khawatir , tuan kim baik-baik saja . Dia hanya mengalami luka kecil di bagian kepalanya , dan dia akan sadar dalam beberapa jam " jelas dokter itu . Hoseok dan Hana menghela nafas lega

~~~

3 jam sudah hana dan hoseok menemani taehyung yang masih belum sadarkan diri . Hoseok sudah berulang kali menyuruh hana untuk pergi beristirahat , namun hana tetap keras kepala . Dia tetap ingin menemani taehyung hingga pemuda itu sadar
Setelah menunggu cukup lama , akhirnya taehyung membuka kedua matanya
" Taehyung-ah , kau baik-baik saja ? " Tanya hoseok , taehyung tersenyum
" Ne , hyung . Maaf sudah membuatmu khawatir " jawab taehyung . Hana segera memeluk taehyung dengan erat
" Taehyung-ah , aku benar-benar takut kehilanganmu " hana berkata sambil terisak . Namun taehyung hanya diam . Hana melepaskan pelukannya . Taehyung mengerutkan dahinya lalu bertanya
" Kau siapa ? " Hana membelalakan matanya . Hoseok segera memanggil dokter untuk meminta pemeriksaan ulang .

~~~

Beberapa hari setelah taehyung meninggalkan rumah sakit Hana berubah menjadi seorang pemurung . Dia selalu ingat apa yang dikatakan dokter saat itu
" Kepalanya terbentur cukup keras , dan itu menyebabkan sebagian ingatannya menghilang " pernyataan dari dokter yang menangani taehyung itu membuat hana sangat terpukul . Bagaimana bisa taehyung melupakannya saat hana benar-benar membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari taehyung , ayah dari calon bayi yang sedang dikandung olehnya .

~~~

3 bulan berlalu , namun masih belum ada kemajuan yang ditunjukan oleh taehyung . Meskipun hana dan heoseok terus berusaha mengingatkan semua yang terjadi pada taehyung . Namun hasilnya sia-sia saja . Hana merasa sangat depresi , dan hoseok terus berusaha menghibur sahabatnya itu agar dia tetap kuat dan sabar , demi dirinya , demi taehyung , dan demi bayi mereka .
Hana hendak meminum pil yang bisa menggugurkan kandungannya , beruntung hoseok segera menepis tangan hana hingga pil itu jatuh berserakan di atas lantai cafe milik hoseok
" Shin hana ! Apa kau sudah gila !! " Teriak hoseok . Hana hanya mampu terisak
" Aku benar-benar tidak sanggup lagi oppa , aku sudah hampir gila karena hal ini ! " Jerit hana , hoseok segera menarik hana kedalam pelukannya
" Bersabarlah hana-ya , aku yakin cepat atau lambat taehyung akan mengingat semuanya " hoseok mengusap pelan punggung hana agar gadis itu sedikit tenang . Namun tiba-tiba suara benda jatuh mengagetkan mereka . Sontak hana dan hoseok berlari menuju sumber suara , dan mereka menemukan taehyung tergeletak dilantai sambil memegangi kepalanya
" Taehyung-ah , kau baik-baik saja ? " Tanya hoseok dengan nada khawatir
" Disini sakit hyung " jawab taehyung lemah . Hana segera menghubungi rumah sakit agar segera mngirimkan ambulance

~~~

Hana dan hoseok menunggu dengan gelisah menunggu proses oprasi yang sedang dilakukan . Namun mata hoseok menangkap sesuatu yang aneh
" Hana-ya " panggil hoseok , hana menoleh tanpa berkata apapun . Hoseok membelalakan matanya setelah melihat sesuatu itu dengan jelas
" Hana-ya , kakimu ! Kakimu berlumuran darah ! " Teriak hoseok panik . Hana segera melihatnya lalu dia tersadar , darah itu berasal dari rahimnya . Hana mengerang kesakitan . Hoseok segera memanggil dokter dan hana segera dibawa ke ruang gawat darurat .
Hana terus memanggil nama taehyung sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri

~~~

" Operasinya berjalan dengan lancar . Dan tuan kim sudah bisa kembali mengingat semuanya . " Ucap salah seorang dokter pada hoseok , hoseok menghela nafas . Namun pikirannya belum tenang , bagaimana dengan hana ?
Hoseok memasuki ruang tempat taehyung dirawat . Taehyung segera bertanya pada hoseok
" Dimana hana ? " Hoseok menghela nafas lalu menjelaskan semuanya pada taehyung . Setelah itu taehyung berlari menuju ruang dimana hana terbaring dengan berbagai alat terpasang ditubuhnya . Setelah dokter memeriksa hana , dokter berkata jika hana mengalami pendarahan , hana terlalu depresi , dan itu mempengaruhi kondisi janin yang sedang dia kandung . Namun sayang karena penyakit hemofilia yang hana derita , hana telah kehilangan banyak darah , dan juga kehilangan buah cintanya bersama taehyung
Taehyung segera memeluk tubuh hana dengan erat
" Hana-ya , maafkan aku " ucap taehyung , air mata tidak bisa ia bendung lagi .
" Hana-ya , kumohon bangun " pinta taehyung lalu mengecup kening gadisnya itu dengan lembut . Dengan keajaiban tuhan , hana akhirnya membuka kedua matanya lalu menatap taehyung dengan tatapan sendu
" Taehyung-ah " panggil hana dengan nada lemah
" Hana-ya , kau baik-baik saja ? " Hana tersenyum lalu mengangguk
" Taehyung-ah , akhirnya kau bisa mengingatku " ucap hana , sebulir air mata mengalir dari sudut mata hana
" Maafkan aku hana-ya , aku sudah lancang melupakanmu dan membiarkanmu menjadi seperti ini " taehyung mengecup pelan telapak tangan hana yang sudah mulai mendingin
" Kau tidak bersalah taehyung-ah . Aku yang seharusnya meminta maaf padamu , karena aku tidak bisa menjaga buah cinta kita dengan baik . Aku membuat dia pergi untuk selamanya " hana mulai terisak . Taehyung kembali memeluk hana
" Hana-ya , kau jangan berbicara seperti itu . Ini mungkin sudah takdir dari tuhan . Dia belum mempercayai kita untuk menjaganya . Biarkan dia tenang disana " ucap taehyung menenangkan . Hana mengangguk lemah
" Maafkan aku , dan aku mencintaimu kim taehyung " ucap hana sebelum akhirnya gadis itu menghembuskan nafas terakhirnya . Taehyung tersentak begitu melihat garis lurus muncul di monitor
" Hana-ya " panggil taehyung . Namun hana tetap diam . Taehyung semakin panik . Dokter segera menghampiri dan memeriksa kondisi hana . Namun pada akhirnya dokter itu meminta maaf dan mengucapkan turut berduka cita . Taehyung menangis kencang
" Hana-ya ! Bangun ! " Teriak taehyung sambil terus menciumi punggung tangan hana
" Hana-ya kumohon , bangun hana-ya ! Shin hana , jangan tinggalkan aku " taehyung terisak lalu berkali-kali dia mengguncang tubuh hana . Namun semuanya hanya sia-sia . Gadis itu telah memejamkan matanya dan tidak akan pernah membukanya lagi . Taehyung terus menangis dan memeluk erat tubuh yang sudah tak bernyawa itu
" Shin hana , bangunlah ! Bangun ! Aku mencintaimu ! Kumohon bangunlah " taehyung kembali memeluk erat hana , tubuhnya sudah mulai mendingin . Akhirnya taehyung benar-benar menyadari , jika hana telah pergi meninggalkannya untuk selamanya .

~~~

Taehyung membuka sebuah album yang ia temukan salah satu meja cafe milik hoseok. Halaman pertama berisi foto hana dan dirinya tengah berfoto dengan wajah ikan
-Taehyung-ah , lihat foto ini . Kau ingat bukan . Ini gaya berfoto wajah ikan yang kau ajarkan padaku kkk - taehyung menggigit bibir bawahnya menahan rasa sesak yang ia rasakan . Taehyung terus membuka halaman demi halaman album itu . Taehyung tidak bisa lagi menahan air matanya ketika melihat halaman terakhir album foto itu
- ulang tahun untuk yang ke 23 taetae  - taehyung ingat betul malam itu . Malam yang sangat indah untuk mereka .
Taehyung menutup album foto itu . Dia mengusap air matanya , namun tiba-tiba sosok hana menghampiri pikirannya . Senyumannya , tawanya , wajah kesalnya , wajahnya saat tersipu malu . Taehyung betul-betul mengingatnya dan karena itu , taehyung kembali meneteskan air matanya .
" Hana-ya , sedang apa kau disana ? Apa kau tahu , aku sangat merindukanmu " taehyung memeluk boneka beruang favorit hana
" Hana-ya , tidak ada gadis yang bisa menggantikanmu "
" Hana-ya kembalilah , aku ingin memelukmu " taehyung akhirnya kembali terisak , namun semuanya sudah terlambat . Gadis yang paling dia cintai , telah pergi untuk selamanya .

~~~

Ada saatnya seseorang yang kau cintai akan melupakanmu , baik itu untuk sementara ataupun selamanya . Akan tiba saatnya pula , seseorang itu akan pergi meninggalkanmu , untuk sementara ataupun selamanya . Jadi bersiaplah untuk tahu apa dan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupmu

The end
RCL  if you want to share this story , please take with full credit

FF ONESHOT secret admirer

Secret Admirer

Sumary : jika kau bersedia , datanglah padaku malam ini . Aku akan menunjukkan siapa aku yang sebenarnya .

Oneshoot
Cast:
-Song SeYeon
-other

Silahkan dibaca ya , jngn lupa komen loh inget hehe

All author point of view

-Selamat pagi Song seyeon , gadis yang sangat indah seperti bunga sakura- Seyeon menatap heran sebuah kertas catatan kecil yang setiap harinya menempel di atas meja yang ia pakai . Seyeon bingung , mengapa orang ini selalu bisa meneruh sesuatu di atas mejanya tanpa diketahui siapapun .
" Seyeonnie apa yang sedang kau lihat ? " Seyeon terperanjat mendengar suara sahabat karibnya itu
" Seperti biasa , aku mendapat sebuah ucapan selamat pagi dari seseorang lewat catatan kecil ini " jawab seyeon sambil memperlihatkan catatan kecil itu tepat di depan wajah sahabatnya . Sahabatnya itu hanya berdecak sebal setelah membaca apa yang tertulis di catatan itu
" Bisakah kau menjauhkan benda itu dariku ? Itu menjijikan ! " Titah jimin lalu menepis tangan seyeon hingga kertas yang tengah seyeon pegang terjatuh begitu saja ke atas lantai . Seyeon menggeram sebal , dia tidak suka dengan sikap seseorang yang tidak bisa menghargai sesuatu pemberian orang lain , meskipun itu hanya selembar kertas catatan kecil .
" Mungkin bagimu ini memang menjijikan ! Tapi bagiku ini berharga ! Kau tidak boleh seenaknya menghina pemberian orang lain ! " Seyeon lalu memungut kertas kecil itu dari lantai lalu memasukannya kedalam saku bagian depan tas sekolahnya . Dia memandang sebal jimin lalu berjalan meninggalkan kelas . Jimin yang merasa bersalah segera mengejar seyeon dengan tergesa-gesa
"Seyeon-ah , maafkan aku" teriak jimin sambil berlari menyusul seyeon

~~~

" Seyeon-ssi " panggil seseorang saat seyeon tengah berjalan hendak memasuki perpustakaan . Seyeon menoleh
" Ne ? " Jawab seyeon ramah
" Aku menerima ini dari anak kecil di depan sekolah . Dia memintaku untuk memberikannya padamu " jelas jin , seyeon mengerutkan dahinya melihat sebuah kotak yang di berikan jin padanya . Seyeon menerima kotak berwarna putih bersih itu .
" Terimakasih sunbae " ucap seyeon lalu membungkuk pada jin . Jin tersenyum lembut
" Sama-sama , seyeon-ssi aku minta maaf karena sebelumnya aku telah membuka kotak itu . Bukannya aku bermaksud lancang . Hanya saja aku takut ada sesuatu yang membahayakan di dalamnya . Aku hanya memeriksanya . Seyeon-ssi tenang saja , isi di dalam kotak itu tidak berbahaya " jin berkata dengan jelas . Seyeon mengangguk
" Tidak apa-apa sunbae , aku justru berterimakasih padamu " seyeon tersenyum sebelum akhirnya berpamitan pada jin
" Sunbae , aku akan ke perpustakaan untuk mencari sebuah buku . Sampai jumpa " pamit seyeon . Jin mengangguk pelan lalu tersenyum
Seyeon berjalan menjauhi jin
" Ya tuhan , mengapa ada mahluk seindah dia " gumam jin sebelum akhirnya tersenyum lalu kembali menuju kelasnya.

~~~

Seyeon kebingungan mencari salah satu bangku kosong di perpustakaan , dia tengah kesusahan membawa buku-buku yang jumlahnya tidak sedikit . Namun sebuah tangan tiba-tiba merebut semua buku-buku yang tengah seyeon bawa . Seyeon tersentak kaget
" Sebaiknya gadis semungil dirimu meminta bantuan seseorang untuk membawa buku sebanyak ini " ujar seseorang itu pada seyeon . Wajah seyeon bersemu merah
" Ne , sunbae " hoseok berjalan lalu meletakkan semua buku-buku itu di salah satu meja kosong .
" Lain kali kalau kau butuh bantuan , aku akan selalu siap sedia menolongmu , ok ? " Hoseok lalu mengedipkan sebelah matanya . Seyeon tersenyum malu lalu mengangguk
" Terimakasih banyak " ucap seyeon
" Tidak masalah nona cantik " ucap hoseok lalu pergi entah kemana
Seyeon duduk di bangku yang telah di pilihkan hoseok . Namun sebelum dia membuka buku-buku yang dia pinjam dia teringat kotak putih yang jin berikan padanya , dia merogoh saku jasnya dan menemukan kotak putih itu . Seyeon membuka kotak itu , dia tertegun melihat isi didalamnya . Sebuah benda berkilau yang sangat indah
" K ? Apa maksud dari huruf K ini " gumam seyeon saat melihat sebuah cincin dengan hiasan huruf K di tengahnya
Setelah itu , seyeon mengambil sebuah catatan kecil yang terselip disana
-indah bukan ? Namun kau harus tau , song seyeon seribu kali lebih indah dari itu-
Seyeon tersenyum kecil , jika penggemar rahasia itu ada disini , seyeon sangat ingin berterimakasih padanya karena telah membuatnya tersenyum setiap hari , meskipun hanya dengan sebuah catatan kecil berisi kata-kata manis .
Disisi lain seseorang itu tengah memperhatikan seyeon , dia tersenyum bahagia melihat sang pujaan hati tersenyum karena sesuatu yang dia berikan .

~~~

Brruukk
" Awww " gerang minra kesakitan . Dia mengutuk batu kecil yang menjadi penyebab lututnya mengeluarkan darah
" Ya tuhan , seyeon-ah . Kau baik-baik saja ? " Tanya taehyung , teman sekaligus ketua kelasnya
" Aku tidak apa-apa taehyung-ah , hanya sedikit luka disini " seyeon menunjuk lututnya . Darah segar mengucur semakin deras
" Apanya yang tidak apa-apa ! Ayo ikut aku ke ruang kesehatan ! " Taehyung segera memapah tubuh mungil seyeon
" Aku bisa berjalan sendiri taehyung-ah , aku tidak ingin merepotkanmu " ucap seyeon merasa canggung
" Kau keras kepala song seyeon ! Meskipun aku menggendongmu , aku tidak akan merasa keberatan . Tubuhmu itu sangat ringan "
" Maafkan aku , dan terimakasih " seyeon akhirnya pasrah tubuhnya dipapah oleh taehyung , hingga akhirnya mereka sampai di ruang kesehatan
" Apa yang terjadi ? " Tanya jungkook , petugas ruang kesehatan untuk hari ini .
" Dia terjatuh di lorong " jawab taehyung . Jungkook segera mengambil peralatan medis dan mengeluarkan kapas,alkohol,perban dan sebuah plester .
" Apa ini sakit ? " Tanya jungkook saat jungkook tengah megobati luka di lutut seyeon , seyeon meringis . Taehyung segera menggenggam tangan seyeon
" Iya , sedikit " jawab seyeon berbohong
" Bertahanlah seyeon-ah " ucap taehyung menguatkan . Seyeon hanya tersenyum tipis .

~~~

Seyeon kembali kedalam kelasnya dengan kondisi lutut yang terbalut perban dan plester
Seyeon duduk di bangku miliknya dan menemukan sebuah catatan kecil
-jika kau bersedia , datanglah padaku malam ini . Aku akan menunjukkan siapa aku yang sebenarnya-
seyeon tersenyum bahagia . Akhirnya dia akan bertemu seseorang yang telah membuatnya tersenyum setiap hari . Setelah sekian lama seyeon menunggu , orang itu akhirnya akan muncul

~~~

Seyeon menutup gerbang pintu rumahnya , lalu mulai berjalan dengan raut wajah ceria . Dia akan bertemu pria itu , pria yang sudah beberapa bulan menjadi penggemar rahasianya . Dia akan pergi ke suatu tempat yang dimaksud oleh penggemar rahasianya itu .
Namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang memakai masker berwarna hitam mendekat kearahnya , seyeon ingin berlari , namun terlambat . Orang itu kini telah menariknya lalu membekap mulutnya dan membawanya entah kemana . Seyeon ketakutan , dan ia memberontak sekuat tenaga , tapi percuma saja , tubuh orang ini jauh lebih kokoh dibandingkan tubuh mungilnya .
Namun yang mengherankan adalah , seyeon sangat familiar dengan aroma parfume ini .
Orang itu akhirnya menghentikan laju mobilnya di sebuah gang sempit , seyeon mengerutkan dahinya bingung , ini adalah gang dekat tempat tujuannya untuk bertemu penggemar rahasia itu .
Dengan mulut yang di sumpal saputangan dia terus mencoba memberontak , namun sia-sia . Kini orang misterius itu tengah memojokkan dia di ujung gang itu lalu membuka penyumpal mulut seyeon
" Selamat malam song seyeon " ucap pria itu . Seyeon tersentak kaget , dia tahu betul pemilik suara ini
" Kau tahu aku sekarang kan ? " Orang itu mulai mengusap pelan wajah seyeon
" Tapi jangan salah paham , aku bukanlah penggemar rahasia yang selama ini kau tunggu . Aku hanya pria yang tidak ingin melihat kau tersenyum karena pria lain " pria itu memegang erat kedua pipi seyeon . Seyeon meringis kesakitan
" Aku melihat catatan kecil itu tadi pagi , dan aku sama sekali tidak akan membiarkanmu menemuinya " dia melepaskan tangannya dengan kasar
" Mengapa kau melakukan hal ini ? " Tanya seyeon dengan nada sedih .
" Sudah ku bilang ! Aku tidak suka kau tersenyum karena pria lain ! Aku mencintaimu . Aku membencimu karena kau tidak pernah peka pada perasaanku . Sekarang , aku akan membuatmu menjadi milikku seutuhnya " ucap orang itu lalu mulai membuka kancing kemeja yang seyeon kenakan
" Jangan lakukan itu ! Kumohon " teriak seyeon , mencoba memberontak
" Diam ! " Bentak pria itu , dia membuka masker yang ia kenakan
" Jimin-ah , kumohon jangan " seyeon mulai menangis . Jimin tersenyum pahit
" Kau tidak menyukai perlakuanku eoh ? " Tanya jimin dengan serak, seyeon hanya diam
" Mengapa kau memperlakukanku semaumu ? Mengapa kau tidak pernah bisa menghargai perasaanku ! Aku mencintaimu ! Tapi kenapa kau selalu tersenyum untuk pria lain ! Bukan untukku ! " Bentak jimin . Seyeon hanya bisa terisak
" Maafkan aku jimin-ah . Aku tidak bermaksud begitu " sesal seyeon . Jimin meninjukan tangannya kearah tembok tepat di sebelah kanan wajah seyeon . Seyeon memejamkan matanya karena takut .
" Kau selalu tersenyum saat pria lain menyentuhmu ! Tapi kenapa kau tidak pernah suka jika aku menyentuhmu ! " Teriak jimin lagi . Seyeon menangis semakin kencang
" Karena kau tidak pernah menunjukkan rasa cintamu ! Aku tidak tahu kalau kau mencintaiku ! Aku hanya senang jika seseorang yang menyentuhku adalah kekasihku sendiri ! "
" Kau pembohong ! Kau hanya pernah berkencan satu kali ! dengan min yoongi brengsek itu ! Tapi saat taehyung,jin,hoseok bahkan jungkook menyentuhmu , kau tersenyum pada mereka ! "
" Karena mereka menyentuhku dengan lembut ! Mereka juga tidak melebihi batas wajar ! " Jimin meninjukan tangannya sekali lagi
" Aku tidak butuh penjelasanmu ! Aku hanya ingin kau jadi milikku seutuhnya mulai saat ini " seyeon ketakutan , ia ingin berlari , namun jimin tidak membiarkannya bergerak sedikitpun .
" Jimin-ah , jangan lakukan ini . Kumohon" pinta seyeon . Jimin tidak mendengarnya . Dan kali ini jimin kembali menyentuh bagian tubuh seyeon . Jimin menyentuh pundak seyeon dan hendak membuka lagi kancing kedua kemeja yang dikenakan seyeon . Seyeon menangis dan memohon pada jimin untuk berhenti , namun jimin tidak menggubrisnya .
" Jimin-ah , park jimin ! Kumohon jangan " teriak seyeon sambil terus menangis
" Lepaskan dia bajingan ! " Bruukkk ! Tiba-tiba ada seseorang yang menjauhkan tubuh jimin dan menghempaskannya lalu meninju wajah jimin dengan keras
" Kau adalah pecundang paling brengsek yang pernah aku temui ! Beraninya kau memperlakukan wanita dengan cara seperti itu ! " Bentak pria itu lalu ia kembali melayangkan tinjunya tepat di wajah jimin
" Kau pikir kau siapa hah ! " Bentak jimin . Pria itu kembali memukul jimin .
" Aku telah merekam semua yang telah kau lakukan pada seyeon , jika kau berani macam-macam Aku akan mengirimkan rekaman ini pada polisi . Sekarang enyah kau dari hadapanku " jimin meludahkan darah yang tersisa di dalam mulutnya . Lalu pergi menggunakan mobilnya .
Seyeon segera berlari lalu memeluk pria itu dengan erat
" Terimakasih jungkook-ah . Terimakasih banyak " ucap seyeon sambil terisak . Jungkook membalas pelukan seyeon . Nafasnya terengah-engah , dia sangat takut seyeon terluka . Dia mencium pucuk kepala seyeon dengan lembut . Lalu mempererat pelukannya
" Aku tidak ingin melihatmu terluka seyeon-ah " ucap jungkook . Seyeon hanya bisa terisak didalam pelukan jungkook

~~~

" Astaga jungkook-ah , tolong aku " teriak seyeon tiba-tiba . Jungkook melepaskan pelukannya .
" Ada apa seyeon-ah ? Apa kau terluka ? " Tanya jungkook khawatir
" Tidak , aku baik-baik saja . Tapi tolong antarkan aku ke taman di sebrang jalan itu , aku telah berjanji dengan seseorang . Aku tidak ingin membiarkannya menunggu lebih lama " jelas seyeon . DEG ! Jungkook membelalakan matanya . Setelah apa yang terjadi padanya tadi , gadis ini masih ingin menemui jungkook ? Menemuinya ? Menemui sang penggemar rahasia itu . Jungkook terharu , ternyata seyeon benar-benar akan datang menemuinya .
Jungkook masih terdiam , dia bahagia . Namun bagaimana dia akan berkata pada seyeon , jika dirinya adalah penggemar rahasia yang ingin seyeon temui itu . Jungkook lalu melihat sebuah benda berkilau melingkar di jari manis tangan kiri seyeon . " Ya tuhan , dia bahkan memakai cincin itu " batin jungkook . Huruf 'K' yang menjadi hiasan cincin itu sebenarnya inisial nama panggilan jungkook saat dia masih menginjak sekolah menengah pertama . 'Kookie' seyeon sendiri yang memanggilnya seperti itu saat mereka menjadi teman satu kelas dulu . Sejak saat itulah jungkook mulai menyukai seyeon . Karena tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkannya , jungkook hanya bisa menjadi penggemar rahasia seyeon .
" Jungkook-ah ? Kumohon " jungkook terperanjat .
" Eoh ? Baiklah , aku akan mengantarmu "

~~~

Seyeon mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru taman , namun disana tidak ada orang satupun . Seyeon mendesah sedih
" Dia tidak ada,dia mungkin sudah pergi.Aku membuatnya terlalu lama menunggu " seyeon mulai berkaca-kaca . Jungkook merasa sangat bersalah .
" Seyeon-ah , sebaiknya kita pulang disini sangat dingin " jungkook berkata , dalam hatinya dia merasa telah menjadi seorang pecundang .
" Aku sangat ingin menemuinya , aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padanya karena telah membuatku tersenyum setiap hari . Tapi aki menyia-nyiakan kesempatan itu " seyeon mulai terisak . Jungkook semakin merasa bersalah . Akhirnya jungkook menarik seyeon kedalam pelukannya .
" Maafkan aku seyeon-ah " batin jungkook .

~~~
Jungkook berjalan di lorong sekolah yang sudah mulai sepi karena para penghuninya telah meninggalkan sekolah ini saat bel pulang berbunyi 1 jam yang lalu . Seperti biasa , jungkook sudah melakukan kebiasaannya meninggalkan sebuah catatan untuk pujaan hatinya , song seyeon . Namun kali ini , bukan hanya sekedar catatan . Ini lebih seperti sebuah surat cinta

~~~

Seyeon mengambil selembar surat yang tergeletak di atas mejanya , dengan hati yang gelisah dia mulai membacanya
- untuk song seyeon yang sangat aku cintai
Seyeon-ah , apa kau baik-baik saja hari ini ? Maafkan aku telah menjadi seorang pecundang yang tidak berguna untukmu . Malam tadi aku sangat ingin menemuimu , tapi ada beberapa alasan yang membuatku tidak bisa datang kesana dan menemuimu sebagai penggemar rahasia yang selalu memperhatikanmu . Lewat surat ini , aku akan mengungkapkan betapa besarnya rasa cinta yang aku milikki untukmu . Sejak 4 tahun yang lalu , aku menyukaimu . Sejak kita masih duduk di bangku sekolah menengah pertama . Kau adalah gadis pertama dan satu-satunya yang bisa membuatku gelisah , karena kau membuatku memikirkanmu setiap hari,setiap jam,setiap menit , bahkan kini setiap detik . Maafkan sikap pecundangku yang telah membuatmu kebingungan menerka-nerka siapa aku yang sebenarnya , karena sebenarnya aku adalah orang yang sangat dekat denganmu sejak 4 tahu yang lalu . Namun aku tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengakui perasaanku , karena itu maafkan aku seyeon-ah . Sampai saat ini aku masih belum berani mengakui perasaanku padamu secara langsung , jadi lewat surat ini aku menyatakan dengan pasti jika AKU SANGAT MENCINTAIMU . Aku tidak berharap kau membalas cintaku , karena aku tahu kau sangat membenci pecundang sepertiku . Jadi tolong maafkan pecundang yang bodoh ini seyeon-ah .
Dari aku yang sangat mencintaimu 'K'-
Seyeon meneteskan air matanya . Setelah itu dia berlari meninggalkan ruang kelasnya sambil menangis

~~~

Jungkook baru saja akan berbelok menuju lapangan parkir sekolahan untuk mengambil mobilnya . Namun langkahnya terhenti saat seseorang dengan tiba-tiba memeluknya dari belakang
" Maafkan aku jungkook-ah " ucap gadis itu . Jungkook berbalik dan menemukan seyeon tengah terisak . Di tangan gadis itu terselip sebuah surat yang ia tulis
" Seyeon-ah " bisik jungkook
" Maafkan aku yang terlalu bodoh tidak menyadari keberadaanmu " seyeon menatap jungkook dengan nanar
" Seyeon-ah . Mengapa kau bisa mengetahuinya ? " Ucap jungkook lalu memegang pundak seyeon dengan lembut .
" Aku melihatmu keluar dari dalam kelasku tadi , dan aku melihat itu " seyeon menunjuk kalung yang sedang dikenakan oleh jungkook . Kalung itu memiliki bandul cincin yang sama dengan cincin yang sedang seyeon pakai
" Maafkan aku seyeon-ah . Jangan menangis " ucap jungkook lalu mengahpus airmata seyeon yang mengalir dipipi gadis itu
" Aku yang seharusnya meminta maaf padamu jungkook-ah " jungkook tersenyum lembut lalu menarik seyeon kedalam pelukannya
" Aku bahagia akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaanku padamu " ucap jungkook lalu mencium pucuk kepala seyeon dengan sangat lembut . Seyeon berjinjit lalu membisikan sesuatu tepat ditelinga jungkook
" Aku mencintaimu " bisik seyeon . Jungkook membelalakan matanya , lalu beralih menatap seyeon
" Apa kau bilang ? " Tanya jungkook
" Aku mencintaimu , kookie-ya " jungkook tersenyum bahagia lalu dengan cepat dia menempelkan bibirnya keatas bibir mungil milik seyeon . Seyeon menutup matanya dan membalas ciuman jungkook .
Jungkook melepaskan tautan bibir mereka lalu tersenyum lagi
" Kau adalah mahluk terindah yang tuhan turunkan untuk menjadi seseorang yang mengisi hatiku . Jadilah kekasihku , untuk sekarang dan selamanya " seyeon mengangguk . Lalu jungkook kembali menarik seyeon kedalam pelukannya .

The end ....... Maaf ya kalau banyak kekurangan dan mengecewakan reader-deul
Meskipun begitu tetap RCL ya
Thanks for reading and take full credit if you want to copas this story

Senin, 15 Desember 2014

FF Haruman (just one day) part 17 -last part

HARUMAN (just one day)
Part 17 ( last part )
Sumary : Beri aku satu hari saja , dan aku berjanji aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku lagi

Author : Dilla oktafiana

Cast :
-Yoon MinRa ( Minra )
-Jeon JungKook ( JungKook )
-Kim TaeHyung ( V )
-Kim SeokJin ( Jin )
-Park JiMin ( Jimin )

School love story

Hai hai reader , ini part terakhir loh ‪#‎gananya‬ hehehe . Jadi author mau bilang terimakasih untuk pembaca setia FF ini FF BTS pertama yg aku buat  author jg mau minta maaf kalau misalnya author pernah buat salah  terus yg terakhir maaf kalau endingnya jelek dan mengecewakan
Happy reading and don't forget to coment

All author point of view

" Oppa " gumam minra . Taehyung mendesah lalu tersenyum
" Aku sudah mengetahui semuanya " taehyung menggenggam tangan kanan minra
" Aku mengetahui tentang kencan satu hari itu " minra tersentak kaget . Dia menoleh cepat ke arah taehyung yang kini sedang memandang kosong ke arah depan
" Saat itu aku tidak memiliki rasa curiga sama sekali ketika jungkook mengatakan akan pergi berkencan . Kupikir dia telah benar-benar melupakanmu dan pergi berkencan dengan gadis lain . Tapi siang itu saat aku dan hyungdeul sedang membeli makan siang di cafe di sebrang taman hiburan aku melihat jimin hyung sedang melihat ke arah sebrang jalan dengan pandangan serius , aku mengikuti arah pandangannya dan menemukan kalian tengah bergandengan tangan . Aku hanya diam lalu bertanya pada jimin hyung apa yang sebenarnya dia lihat , tapi jimin hyung tidak mengatakan yang sebenarnya , dia hanya berkata jika dia melihat teman lamanya " jelas taehyung panjang lebar . Minra hanya diam , mulutnya terkunci
" Karena aku tidak tenang , aku lalu meminta ijin pada jimin dan jin hyung untuk pergi ke suatu tempat dan beruntung kalian masih ada di dekat taman bermain itu . Aku mengikuti kalian berkencan sepanjang hari . Aku bahkan melihat kalian berciuman di tepi sungai han dan mendengar kau mengatakan kalau kau juga mencintai jeon jungkook " minra membelalakan matanya
" Oppa , maafkan aku " ucap minra
" Sampai akhirnya aku mengikuti kalian hingga ke halaman rumahmu dan mendengar semua pembicaraan kalian saat itu . Aku ingin sekali marah , namun kau berkata jika kau lebih memilihku karena kau sangat mencintaiku , benar ? " Minra mengangguk mengiyakan ucapan taehyung
" Tapi aku mulai ragu dengan apa yang kau katakan saat jungkook pergi , kau menangis sambil berjongkok dihalaman rumahmu . Saat itu aku ingin sekali memelukmu , tapi aku sadar jika orang yang kau tangisi itu bukan aku . Hingga sekarang aku menahan rasa kesalku pada jungkook karena aku tidak ingin membuat persahabatan yang sudah sekian lama kita bangun , hancur begitu saja.Tapi sejak kau kembali pulang ke rumah ini , aku semakin marah karena hal ini aku tidak merasa kau kembali untukku,aku hanya merasa kau kembali untuk jeon jungkook . Karena setiap aku melihatmu aku menemukanmu tengah menatap jungkook " minra memejamkan matanya , dia juga merasa seperti itu
" Tapi asal kau tahu saja . Meskipun aku telah mengetahui semuanya , rasa cintaku padamu tidak berkurang sedikitpun . Tapi Aku justru merasa jika rasa cintamulah yang berkurang . Benar begitu ? " Minra masih saja diam , dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan pada taehyung . Semua yang taehyung katakan memang benar adanya .
" Oppa , aku benar-benar minta maaf . Aku tahu kalau aku gadis yang jahat , aku tidak merasa kalau aku masih pantas menjadi kekasihmu , setelah semua yang aku lakukan bersama namja lain . Bersama jungkook " ucap minra menyesal . Taehyung hanya tersenyum lembut
" Minra-ya , aku sungguh tidak berpikir kau itu gadis yang jahat atau semacamnya aku mengerti perasaanmu . Tapi sekarang aku meminta padamu untuk memilih . Benar-benar memilih . Jeon jungkook , atau aku " minra menggigit bibir bawahnya
" Tapi kau tenang saja aku tidak meminta jawabanmu sekarang juga . Aku minta kau memikirkannya dengan baik . Jangan mengambil keputusan dengan terburu-buru seperti saat itu " minra menghela nafas . Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang .
Taehyung beranjak lalu meninggalkan minra sendirian di kamarnya .

~~~

Hari ini adalah hari ulang tahun minra . Semua penghuni rumah sedang sibuk mempersiapkan pesta kejutan untuk gadis satu-satunya dirumah itu . Sementara minra sendiri sedang berada di toko buku untuk membeli sebuah novel baru , maka dari itu mereka leluasa menyiapkan segala sesuatunya .
" Hyung , berikan aku pita yang itu " teriak jungkook pada jimin saat dia sedang menghias sebuah bungkusan besar berisi boneka kelinci berwarna putih bersih berukuran besar pula . Jungkook dan yang lainnya tahu persis jika minra sangat menyukai boneka
" Apa minra benar-benar akan menyukai ini ? " Gumam jin saat dia tengah memperhatikan sebuah jam tangan berwarna silver pink didalam sebuah kotak kecil berwarna putih
" Apa semuanya sudah siap ? " Teriak jungkook pada yang lainnya . Jimin,jin dan taehyung mengacungkan jempol mereka .
Jungkook tersenyum lalu menyambar ponsel hitamnya yang tergeletak di kursi dan menekan panggilan cepat no.1 di handphonenya
" Halo ? Nuna , kau dimana ? " Tanya jungkook
" Eoh ? Aku sudah di depan pintu ada apa?" Jawab minra . Jungkook tersentak kaget
" Apa ? Di depan pintu ? " Teriak jungkook , minra segera menjauhkan ponselnya dan mengerutkan dahinya bingung . Sementara yang lainnya segera bersiap dan mengambil posisi masing-masing sesuai dengan rencana mereka .
" Hana , dul , set " ckrek , suara pintu terbuka , dan saat itu juga jin,jimin,jungkook , dan taehyung mulai bernyanyi
"Saengilchukkahamnida,Saengilchukkahamnida, saranghaneun uri yeoja , Saengilchukkahamnida " minra tersenyum lebar . Taehyung yang membawa kue ulang tahun maju ke hadapan minra .
" Buatlah permintaan lalu tiup lilinnya " titah taehyung , minra mengangguk lalu memejamkan kedua matanya dan mulai berdoa . Beberapa saat kemudian dia membuka matanya lalu segera meniup lilin berbentuk angka 18 yang menancap di atas kue itu . Mereka lalu berjalan menuju ruang tengah dan meletakkan kue ulang tahunnya di atas meja
" Kau harus menepati janjimu yoon minra" ucap taehyung , minra tersenyum .
" Tentu saja " jawab minra .
Beberapa hari yang lalu setelah taehyung meminta minra untuk memilih , minra berjanji pada taehyung jika dia akan memilih jungkook atau taehyung di hari ulang tahunnya . Minra akan memilih pria pertama yang dia beri suapan kue ulang tahunnya
" Potong kue ulang tahunnya minra-ya " jin memberikan sebuah pisau kue pada minra . Minra menerimanya lalu memotong kue tersebut dan dia bersiap memberikan suapan pertamanya
Minra melirik ke arah jungkook yang berada tepat di samping kanannya . Minra tersenyum lalu akhirnya mengarahkan tangannya yang memegang potongan kue pada seseorang
" Aku akan mencintaimu seutuhnya mulai detik ini . Jadi makanlah kue ini jika kau juga bersedia mencintaiku seutuhnya " orang itu tersenyum penuh kebahagiaan lalu membuka mulutnya dengan lebar , minra menyuapkan sepotong kue itu dengan senang hati .
" Aku mencintaimu " ucap seseorang itu . Minra tersenyum lebar , lalu menjawab
" Aku juga mencintaimu , hanya mencintaimu ... Kim taehyung " ya , minra sudah memutuskan untuk memilih taehyung , dan menyimpan kenangannya bersama jungkook untuk kehidupan yang akan datang . Semuanya sudah jelas sekarang , hati minra sudah benar-benar telah terisi oleh satu nama 'KimTaeHyung' yang sangat dicintainya .
Sementara jungkook ? Dia tetap akan menunggu minra , sampai mereka bersatu . Meskipun itu di kehidupan yang akan datang
Jin dan jimin juga telah merelakan minra bahagia dengan pria yang di cintainya . Namu mereka juga belum berfikir untuk mencari gadis lain . Mereka hanya ingin terus bersama-sama seperti saat ini .

~~~

" Oppa ? " Panggil minra saat dia dan taehyung tengah berbaring dengan posisi berpelukan di atas ranjang minra
" Eoh ? " Sahut taehyung
" Kau bahagia aku memilihmu ? "
" Tentu saja "
" Kau bahagia menjadi kekasihku ? "
" Tentu saja "
" Kau nyaman berada didekatku ? "
" Sudah pasti "
" Kau mencintaiku "
" Tentu saja ! "
" Kau rela aku menjadi kekasih jungkook ?"
" Tentu.. Apa ? Tidak ! Tentu saja tidak ! " Bentak taehyung sebal , minra menahan tawanya
" Bagaimana jika aku memilih jungkook saja ? " Minra menggoda taehyung . Taehyung segera mempererat pelukannya
" Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu ! "
" Bagaimana jika ternyata aku mencintainya ? " Usil minra lagi . Taehyung menggeram kesal
" Hya ! Yoon minra ! "
"Hahahahahaha . Aku hanya bercanda tuan kim " minra tertawa renyah
" Jangan tertawa ! " Taehyung mulai merajuk , minra menghentikan tawanya lalu tersenyum
" Araseo yeobo " jawab minra . Taehyung membelalakan matanya
" Kau memanggilku apa ? " Minra berkedip beberapa kali
" aku tidak memanggilmu " minra berbohong , taehyung tersenyum jahil
" Aku ingin mendengarnya sekali lagi " pinta taehyung . Minra menggeleng cepat
" Tidak mau ! " Bentak minra
" Ayolah yoon minra ! " Paksa taehyung , minra segera melepaskan pelukan taehyung lalu membalikan tubuhnya membelakangi taehyung . Taehyung segera memeluk pinggang gadis itu
" Sekali saja eumm ? Kumohon " pinta taehyung
" Baiklah baiklah. Hanya satu kali.Yeobo " Ucap minra dengan ragu . Taehyung tersenyum puas lalu memeluk erat gadisnya itu .

~~~

Hai , aku Jeon Jungkook .
Setelah semua yang aku lalui selama ini , aku mendapat banyak pelajaran tentang apa itu cinta yang sebenarnya . Aku akan menarik kesimpulan untuk kisah cinta yang rumit ini .
1. Jika aku menjadi Jin dan jimin hyung , aku akan mengatakan perasaannku yang sebenarnya pada minra nuna . Agar setidaknya aku tidak menyesal kelak . Dan siapa tahu minra nuna juga memiliki perasaan yang sama hehe
2. Jika aku menjadi taehyung hyung , aku tidak akan melakukan kesalahan yang dilakukan taehyung hyung pada nuna . Aku tidak akan menyakiti nuna apapun yang terjadi
3. Jika aku menjadi diriku sendiri , aku akan tetap melakukan hal yang sama . Aku akan tetap menjadi jeon jungkook yang mencintai nuna dengan sepenuh hati ^^
4. Dan yang terakhir , jika aku menjadi nuna , aku akan memilih jeon jungkook sebagai pasangan yang terbaik hahahaha

~~~

Pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja . Jadi jangan memendam perasaanmu , ungkapkanlah semuanya sebelum kau menyesal kelak karena tidak pernah mengetahui perasaan dia yang sebenarnya .
Jadilah berani , jangan menjadi seorang pecundang hanya karena cinta

The end , thanks
( RCL  )
Don't copas , take full credit . Gomawo

FF Haruman (just one day) part 16

HARUMAN (just one day)
Part 16 (last 2 part)
Sumary : Beri aku satu hari saja , dan aku berjanji aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku lagi

Author : Dilla oktafiana

Cast :
-Yoon MinRa ( Minra )
-Jeon JungKook ( JungKook )
-Kim TaeHyung ( V )
-Kim SeokJin ( Jin )
-Park JiMin ( Jimin )

School love story

Silahkan dibaca , jngn lupa komen

All author point of view

" Hyungnim ? " Panggil jin kaget setelah melihat doojoon di depan pintu rumahnya
" Annyeong haseyo hyungnim " sapa jin lalu membungkuk dengan sopan
" Apa kabar seokjin-ah " sapa doojoon
" Baik , silahkan masuk hyungnim " kata jin , doojoon menggeleng
" Tidak usah , aku tidak akan lama disini . Tidak ada orang lainkah didalam ? " Tanya doojoon
" Hanya ada aku dan taehyung saja . Minra,jungkook dan jimin sedang pergi ke super market hyungnim "
" Ahh begitu rupanya . Kebetulan sekali . Bisakah kau panggilkan taehyung ? Ada hal yang harus aku bicarakan dengannya " pinta doojoon , jin segera mengangguk
" Aku akan segera memanggilnya " doojoon tersenyum lalu mengangguk . Jin segera berjalan ke ruang tengah untuk memanggil taehyung
" Siapa itu hyung ? " Tanya taehyung saat melihat jin berjalan menghampirinya
" Itu doojoon hyung . Dia mencarimu "
" Ha ? Ada apa dia mencariku ? " Teriak taehyung panik , jin hanya mengangkat kedua bahunya sambil menggeleng . Tanpa banyak bertanya lagi taehyung berlari menuju pintu
" Annyeong haseyo hyungnim " sapa taehyung lalu membungkuk 90 derajat pada doojoon
" Ne , bisakah kita bicara sebentar ? " Taehyung mengangguk

~~~

Taehyung terus menggigit bibirnya , kebiasaan saat dia sedang gugup . Masalahnya saat ini dia tengah duduk berhadapan dengan kakak laki-laki minra di sebuah cafe dekat rumahnya . Doojoon hanya tersenyum , dia tahu betul kalau saat ini taehyung tengah gugup
" Apa aku terlihat sangat menakutkan ? " Tanya doojoon , taehyung terperanjat
" Ne ? Tidak hyungnim " jawab taehyung dengan gugup
" Lalu kenapa kau terlihat sangat gugup ? " Taehyung mengedipkan matanya beberapa kali
" Tidak hyungnim , aku hanya kebingungan karena hyungnim tiba-tiba ingin mengajakku bicara " jawab taehyung
" Kalau begitu aku akan langsung bicara saja . Kau berkencan dengan adikku ? "
" Benar hyungnim " taehyung mengangguk mengiyakan
" Sejak kapan ? "
" Beberapa bulan yang lalu " jawab taehyung . Doojoon menyesap kopi yang dia pesan lalu mulai berbicara lagi
" Kau tahu aku bukan orang yang mudah percaya kepada orang lain apalagi untuk urusan menjaga adik perempuanku ? " Doojoon mulai serius . Taehyung semakin gugup dibuatnya
" Ne hyungnim "
" Kau yakin bisa menjaga adikku dengan baik ? " Taehyung mengangguk pasti
" Tentu saja hyungnim " doojoon melipat kedua tangannya di dada
" Aku tidak butuh ucapan saja " taehyung menelan ludahnya . Doojoon memang laki-laki yang sangat tegas
" Kau bisa mempercayaiku " ucap taehyung . Doojoon mengangguk
" Aku sudah lama mengenalmu . Aku percaya padamu taehyung-ah . Tapi jika kau membuat adikku menangis , aku tidak akan mengijinkanmu melihat wajah minra lagi selamanya "
" ne hyungnim , aku mengerti " doojoon beranjak dari tempat duduknya
" Aku mempercayaimu kim taehyung . Jangan membuatku kecewa " ucap doojoon sebelum akhirnya berjalan keluar cafe . Taehyung mendesah lega karena akhirnya doojoon menyetujui hubungannya dengan minra , namun pikirannya masih terbebani oleh sesuatu yang membuatnya sangat marah ketika mengingatnya . Taehyung melangkah meninggalkan cafe itu dengan perasaan yang luar biasa kacau . Taehyung tidak tahu apakah dia harus merasa bahagia , atau bagaimana .

~~~

" Kami pulang " kata jimin sambil bersusah payah membawa semua belanjaan yang mereka beli di super market tadi . Jin dan taehyung membantu jimin membawa belanjaan tersebut ke dapur
" Dimana minra dan jungkook ? " Tanya taehyung pada jimin yang saat ini sedang membereskan belanjaan mereka
" Minra tertidur di dalam mobil , jungkook sedang berusaha menggendongnya kemari , sepertinya minra sedang kelelahan . Dia terjatuh beberapa kali saat kami berbelanja tadi " jelas jimin .
" Apa ? Apa minra terluka ? " tanya taehyung panik . Jimin menggeleng
" Minra tidak terluka . Karena setiap dia terjatuh , jungkook selalu dengan sigap menangkap minra . Aku bahkan tidak mengerti mengapa jungkook bisa dengan tepat menarik minra kedalam pelukannya saat minra nyaris tertabrak mobil tadi , aku mulai berpikir apa mereka adalah saudara kembar yang memiliki telepati atau semacamnya " jelas jimin . Taehyung segera berlari menuju halaman rumah dan menemukan minra tertidur pulas di punggung jungkook
" Jungkook-ah biar aku saja yang menggendong minra " pinta taehyung . Jungkook menggeleng
" Nuna tertidur sangat pulas , aku bahkan berusaha keras memindahkannya dari mobil ke punggungku karena aku tidak ingin membangunkan nuna " jawab jungkook lalu masuk kedalam rumah mereka . Taehyung mengepalkan tangannya
" Aku seperti tembok yang tidak kau anggap jeon jungkook . Kau pikir kau itu siapa ! Kau benar-benar membuatku tidak berguna untuk kekasihku sendiri ! " Gumam taehyung kesal lalu mengikuti jungkook masuk ke dalam kamar minra . Taehyung membantu jungkook membaringkan minra ke atas ranjangnya .
" Hyung , jangan mengganggu nuna . Dia mungkin sedang kelelahan dan perlu beristirahat " ucap jungkook lalu meninggalkan minra dan taehyung

~~~

Taehyung tengah berbaring di samping minra dan terus memperhatikan wajah gadis lugu itu tanpa berkedip
" Minra-ya , aku benar-benar merindukanmu " ucap taehyung sambil mengusap pelan pipi minra
" Minra-ya saranghae " bisik taehyung tepat di telinga minra . Beberapa detik kemudian taehyung terkejut begitu melihat ada air mata mengalir dari sudut mata minra
" Minra-ya , kau baik-baik saja ? " Tanya taehyung panik . Minra membuka matanya lalu memeluk taehyung dengan sangat erat . Taehyung membalas pelukan minra
" Maafkan aku " ucap minra lalu dia terisak didalam pelukan taehyung
" Kenapa kau minta maaf ? " Tanya taehyung
" Aku hanya merasa kalau aku adalah gadis yang sangat jahat oppa " taehyung tersenyum lalu mengecup kening minra
" Kau adalah gadis terbaik yang pernah aku milikki minra-ya " taehyung tersenyum lembut lalu meraih dagu minra dan mengecup bibir minra dengan singkat . Minra menatap taehyung dengan tatapan merasa bersalah
" Kau terlalu baik untukku oppa " taehyung menggeleng pelan
" Aku juga memiliki kekurangan dan aku juga pernah berbuat salah padamu minra-ya . Jadi jangan merasa kau adalah gadis yang jahat karena aku juga belum bisa membuatmu bahagia saat bersamaku " taehyung tersenyum lembut . Minra semakin merasa bersalah pada taehyung
" Oppa , apa kau benar-benar masih mencintaiku ? " Tanya minra tiba-tiba
" Mengapa kau menanyakan hal itu padaku ? " Taehyung mengajak minra untuk duduk lalu dia menggenggam kedua tangan minra
" Jawablah dengan hatimu oppa " minra menunduk . Taehyung meletakan tangan minra di dadanya
" Baiklah , kau merasakannya ? " Tanya taehyung . Minra hanya diam
" Kau tahu ? Jantung ini hanya berdebar-debar untukmu . Aku selalu merasa jantungku akan melompat saat aku dekat denganmu . Aku bahkan bisa merasakan detak jantungku berdebar sangat kencang meskipun aku hanya melihatmu di dalam mimpiku " minra membeku , dia benar-benar tersentuh mendengar ucapan taehyung . Tapi dia kembali diam saat tiba-tiba saja bayangan jungkook melintas di kepalanya
" Sekarang bolehkah aku yang bertanya padamu ? " Minra menatap taehyung
" Apa yang ingin kau tanyakan oppa ? " Minra menunggu dengan penasaran
" Apa kau masih mencintaiku seutuhnya ? Atau kau sudah memberikan separuh hatimu untuk jeon jungkook ? " Minra terperanjat . Pertanyaan itu akhirnya terlontar dari bibir kim taehyung .

TBC ~
( RCL  )
Don't copas , take full credit . Gomawo

FF Haruman (just one day) part 15

HARUMAN (just one day)
Part 15 (last 3 part)
Sumary : Beri aku satu hari saja , dan aku berjanji aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku lagi

Author : Dilla oktafiana

Cast :
-Yoon MinRa ( Minra )
-Jeon JungKook ( JungKook )
-Kim TaeHyung ( V )
-Kim SeokJin ( Jin )
-Park JiMin ( Jimin )

School love story

Hai hai reader-nim hehehe ini 3 part terakhir nihh , ada yg nunggu ? Hehe kalau ada silahkan dibaca , dan jngn lupa dikomen okeh ? Oke yaudah happy reading

All author point of view

" Jawab pertanyaanku yoon minra , ada hubungan apa kau dengan jungkook ? Aku melihatmu berciuman dengannya tadi " tanya doojoon , minra segera memeluk kakak laki-laki kesayangannya itu
" Oppa , kapan kau kembali ? " Tanya minra kaget
" Itu tidak penting sekarang , jawablah dulu pertanyaanku"
" Oppa , aku benar-benar tersiksa sekarang" kata minra
" Eoh ? Apa jeon jungkook menyakitimu ? " Tanya doojoon lagi
" Tidak oppa , dia bahkan bukan kekasihku lagi " ucap minra
" Apa maksudmu ? Kau membuatku bingung minra-ya " minra melepaskan pelukannya
" Sebenarnya aku sudah lama berkencan dengan kim taehyung " aku minra , doojoon terkejut .
" Ya tuhan , apa yang terjadi sebenarnya selama kau tinggal disana ? "
Doojoon dan minra pergi ke taman belakang rumah mereka dan duduk di salah satu bangku yang ada disana . Minrapun mulai bercerita
" Taehyung dan jungkook sama-sama mencintaiku oppa . Tapi taehyung yang lebih dulu menyatakkan cintanya , karena aku juga mencintai taehyung aku menerimanya . Tapi jungkook tidak menerima kenyataan itu oppa , dia terus menyatakkan cintanya padaku . Awalnya aku hanya menyayangi jungkook sebagai adik saja dan aku selalu menolak pernyataan cintanya , tapi saat dia memintaku menjadi kekasihnya beberapa hari yang lalu dia memaksaku untuk berkencan dengannya untuk satu hari . Aku menyetujuinya dengan syarat hanya selama satu hari " doojoon menghela nafas , ada-ada saja cerita aneh dari anak-anak ini
" Lalu ? Apa yang membuatmu tersiksa ? Kau bilang jungkook sudah tidak menjadi kekasihmu lagi ? " Tanya doojoon . Minra mengangguk
" Aku memang sudah memutuskan hubunganku dengannya oppa . Tapi apa yang membuatku tersiksa adalah kenyataan bahwa jungkook membuatku jatuh cinta padanya saat kami berkencan hari ini " doojoon tersenyum . Rupanya adik kesayangannya ini tengah kebingungan dengan perasaannya sendiri
" Saat kau memutuskan anak itu maksudku jeon jungkook , apa kau sudah yakin memilih taehyung ? " Tanya doojoon lagi , minra diam . Dia juga mulai ragu apakah dia benar-benar yakin dengan pilihannya
" Minra-ya , dengarkan aku . Kau mungkin tengah bingung sekarang . Namun apapun yang terjadi ikutilah kata hatimu . Hatimu tidak akan pernah berbohong . Hanya itu yang bisa aku katakan padamu , karena aku sama sekali tidak berhak untuk menentukan pria mana yang harus kau pilih . Sekarang tidurlah , ini sudah terlalu larut " ucap doojoon lalu meninggalkan minra .

~~~

Jungkook membuka pintu rumahnya setelah sebelumnya dia mengirim pesan pada minra agar gadis itu segera tidur . Jungkook membuka pintu lalu masuk dan menemukan jin dan jimin sedang menonton televisi di ruang tengah
" Eoh , kau sudah pulang ? " Tanya jin begitu dia melihat sosok jungkook berjalan ke arah dapur . Jimin menoleh ke arah jungkook yang sekarang tengah menuangkan air putih kedalam gelas
" Ne hyung " jawab jungkook singkat lalu meneguk air putih itu hingga habis . Jin memandang jungkook dengan tatapan heran masalahnya wajah jungkook terlihat sangat pucat . 'Ada apa dengan anak itu , bukankah seharusnya dia senang setelah pergi berkencan' pikir jin . Jimin hanya bisa menghela nafas , meskipun tidak mengetahui hal itu secara pasti namun setidaknya jimin mengetahui sesuatu saat melihat jungkook dan minra bersama tadi siang
" Dimana taehyung hyung ? " Tanya jungkook tiba-tiba
" Entahlah , sejak tadi siang dia tidak ada dirumah . Mungkin dia sedang berkumpul dengan klub basketnya ". Jawab jin . Jungkook mengangguk mengerti
" Emmm , jungkook-ah . Bisakah kita bicara sebentar ? " Tanya jimin . Jungkook terlihat kebingungan namun akhirnya dia mengikuti jimin ke lantai 2 . Jin menghela nafas
" Mereka benar-benar tidak memperdulikan keberadaanku . Andai saja ada minra disini " gumam jin

~~~

Jimin membuka pintu kamar taehyung dan jungkook,lalu duduk di atas ranjang . Jungkook masih berdiri , dia tidak mengerti apa maksud jimin membawa dirinya masuk ke dalam kamarnya sendiri , jungkook tidak berani berpikir macam-macam . Apa jimin akan mengajaknya tidur bersama ? Auh tidak , jungkook menggelengkan kepalanya . Membayangkannya saja sudah membuat jungkook merinding . Jimin adalah orang yang aneh , jungkookpun heran mengapa jin mau tidur satu kamar dengan jimin . Sudahlah , jungkook tidak peduli lagi . Itu derita jin .
" Hyung , ada apa ? " Tanya jungkook pada akhirnya
" Kemarilah " jimin menepuk ranjang , memberi tanda kepada jungkook agar namja itu duduk disampingnya . Jungkook menurut lalu duduk di samping jimin
" Apa kencanmu sukses ? " Jimin bertanya lalu menoleh ke arah jungkook
" Eoh ? Tidak terlalu hyung " jawab jungkook sambil tersenyum pahit
" Kenapa ? Apa kencanmu tidak menyenangkan ? " Tanya jimin bertingkah seperti tidak mengetahui apa-apa
" Bukan begitu hyung , kencan ini sangat istimewa dan menyenangkan . Kami tertawa sepanjang hari hyung " jungkook memandang gelang putih yang melingkar di tangan kirinya dengan sendu
" Benarkah ? Lalu kenapa kau terlihat sangat sedih ? "
" Kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami hyung " jungkook mulai terlihat berkaca-kaca
" Apa ? Kenapa ? " Jimin terkejut
" Aku rasa hubungan ini tidak benar hyung . Aku terlalu mencintai gadis itu hyung . Tapi dia , dia mencintai namja lain , dia lebih memilih bersama namja itu hyung , karena aku hanyalah kekasih gelapnya " jungkook meneteskan air mata kepedihannya , jimin menepuk pelan pundak jungkook
" Kau mengambil keputusan yang benar jungkook-ah . Kau tidak boleh merebut sesuatu yang telah dimilikki orang lain,meskipun di dunia ini kau bisa dengan mudahnya merebut harta,jabatan bahkan kekuasaan. Tapi ingatlah , cinta bukanlah sesuatu yang bisa kau dapatkan dengan cara seperti itu , cinta adalah sesuatu hal yang diberikan tuhan untuk membuat kita bahagia,jadi jangan pernah merebut kebahagiaan orang lain dengan cara merebut orang yang dicintainya . Biarkanlah orang yang kau cintai itu bahagia dengan orang yang berhak mendapatkan cintanya " jungkook menghapus air matanya
" Aku tahu hyung , akupun menyadari betapa jahat dan egoisnya aku melakukan hal seperti itu . Tapi aku sangat mencintainya hyung . Aku bahkan tidak bisa menghapusnya dari pikiranku . Dia menghantui pikiranku hingga kedalam mimpi . Cinta yang aku rasakan ini benar-benar mengerikan hyung hingga membuat diriku sendiri ketakutan dan akhirnya akulah yang melakukan hal yang menakutkan , aku merebut cintanya dari laki-laki lain. Aku pantas mendapatkan hukuman " jungkook mulai terisak lagi . Jimin memandang iba lalu merangkul bahu jungkook dengan erat
" Aku tahu ini berat jungkook-ah . Aku sangat mengerti perasaanmu saat ini . Tapi aku memperingatkanmu untuk hal ini, lepaskan dia , lepaskan gadis itu , biarkan dia bahagia bersama kim taehyung " jungkook tersentak kaget
" Kau mungkin tahu kalau aku dan jin hyung juga merasakan hal yang sama denganmu . Tapi kami tidak punya keberanian untuk merebut minra dari taehyung , kami hanya ingin minra bahagia . Tapi kau sangat berani jungkook-ah , kau hebat . Kau bisa membuat minra luluh dan memberikanmu kesempatan untuk berkencan dengannya tanpa kami ketahui . Kau membuat gadis sepolos minra bisa mendua " jungkook menatap jimin
" Hyung " gumam jungkook , jimin tersenyum seolah mengerti apa yang sedang jungkook pikirkan jimin berkata
" Aku melihatmu bersamanya tadi siang "
" Maafkan aku hyung . Aku memang pria yang buruk " jimin kembali tersenyum
" Tidak apa-apa jungkook-ah , setidaknya kau sudah mengakhiri hubunganmu dengan minra . Jadikanlah semua ini pelajaran untukmu , jangan kau ulangi lagi apa yang telah kau lakukan pada minra dan taehyung " jimin berdiri lalu mengusak rambut jungkook
" Aku percaya kau adalah namja yang baik , aku bangga mempunyai adik sepertimu . Sekarang tidurlah " jimin berjalan meninggalkan jungkook yang masih terdiam

~~~

" Aku pulaaaaaang " teriak minra . Setelah beberapa hari berpikir akhirnya dia memutuskan untuk kembali kerumah itu .
" Woaaah , lihatlah kemari . Siapa yang datang " teriak jimin . Jin , jungkook dan taehyung menghampiri jimin dan minra
" Astaga , beberapa hari tidak melihatmu aku merasa kau semakin cantik minra-ya" jin menggoda minra seperti biasanya . Minra hanya terkekeh
" Aku merindukanmu , yoon minra " ucap taehyung lalu segera menarik minra ke dalam pelukannya . Sementara itu Minra melihat sosok jungkook tersenyum padanya di balik dada bidang milik taehyung
" Aissh taehyung-ah , lepaskan dia ! Kau pikir hanya kau saja yang merindukannya , huh ! " Kata jimin . Taehyung melepaskan pelukan mereka
" Annyeong nuna " sapa jungkook sambil tersenyum lebar
" Annyeong jungkook-ah " balas minra .
" Minra-ya ? " Panggil jimin tiba-tiba
" Ada apa oppa ? "
" Aku lapar sekali " ucap jimin memelas sambil memegang perutnya
" Ya tuhan " kata minra sambil menggeleng . Yang lain memandang jimin dengan tatapan malas

~~~

" Jimin oppa , jungkook-ah . Ayo kita pergi belanja . Kita sudah kehabisan bahan-bahan makanan " teriak minra lalu menutup kembali kulkas yang sudah tak berisi itu .
" Horeeeee , nuna mengajakku berbelanja " teriak jungkook senang . Minra hanya tersenyum geli . Anak itu benar-benar berkepribadian ganda , minra berpikir mungkin jungkook memang telah melupakannya , melupakan hari itu
" Minra-ya , kau tunggu apa lagi ? " Tanya jimin sambil mengkibas-kibaskan tangannya di depan wajah minra . Jimin tidak tahu apa yang sedang dipikirkan minra . Gadis itu masih saja melamun seperti patung
" Nuna ! Nuna ! " Panggil jungkook sedikit berteriak . Akhirnya minra tersadar dari lamunannya
" Eoh ? Ahh maaf . Ayo kita berangkat " jimin dan jungkook menatap minra dengan heran , kenapa pagi-pagi sudah melamun .
" Jin oppa , taehyung oppa . Kami pergi " pamit minra
" Hati-hati minra-ya . Jimin tidak ahli menyetir " teriak jin . Jimin mendengus sebal
" Tapi aku tidak terlalu buruk hyung ! " Bentak jimin membela diri . Minra tertawa
" Biar jungkook saja yang menyetir mobilnya " ucap minra , jimin memandang sebal ke arah jungkook . Lalu beralih menatap minra
" Minra-ya , kau tidak percaya padaku ? " Jimin merajuk lalu menarik-narik baju yang minra kenakan . Seperti anak kecil yang ingin dibelikan permen oleh ibunya
" Aku tidak terlalu yakin padamu oppa " minra mengangkat kedua alisnya , dia senang sekali mengusili oppanya yang satu ini
" Minra-ya , kau sungguh tega padaku " jimin mengerucutkan bibirnya lucu . Minra tertawa semakin kencang
" Baiklah , aku akan membiarkanmu menyetir oppa " ucap minra . Jimin langsung tersenyum lebar
" Horeeee itu berarti aku duduk berdua dengan nuna di kursi tengah " teriak jungkook tiba-tiba
" Hya ! Jeon jungkook ! Lihat saja jika kau berani macam-macam pada kekasihku " teriak taehyung
" Aku mengerti hyungnim " ucap jungkook pada akhirnya
" Sudahlah . Ayo kita pergi " ajak minra . Mereka pun keluar dari rumah itu

~~~
Jin menguap , siaran televisi yang ia lihat sama sekali tidak menarik . Ini adalah libur musim panas tapi jin sama sekali tidak menikmati liburannya . Dia lebih suka pergi ke sekolah dan menggoda beberapa wanita yang menyukainya , bagi jin itu adalah salah satu hiburan tersendiri haha
" Hyung , mengapa mereka lama sekali ? Aku benar-benar lapar " ucap taehyung yang baru saja turun dari kamarnya dilantai dua
" Entahlah " jawab jin singkat . Taehyung hanya diam lalu duduk di samping jin dan ikut menonton acara musik yang sedang ditonton oleh jin . Mereka hanya diam sebelum akhirnya suara bel membuat mereka terkejut .
" Biar aku saja yang membukanya " ucap jin lalu berjalan menuju pintu . Jin membuka pintunya namun detik selanjutnya dia terkejut setelah melihat seseorang yang muncul dari balik pintu

TBC ~
( RCL  )
Don't copas , take full credit . Gomawo

FF Haruman (just one day) part 14

HARUMAN (just one day)
Part 14 (last 4 part)
Sumary : Beri aku satu hari saja , dan aku berjanji aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku lagi

Author : Dilla oktafiana

Cast :
-Yoon MinRa ( Minra )
-Jeon JungKook ( JungKook )
-Kim TaeHyung ( V )
-Kim SeokJin ( Jin )
-Park JiMin ( Jimin )

School love story

All author point of view

" Hyung , kau sedang melihat apa ? " Tanya taehyung sambil menepuk pelan bahu jimin . Jimin tersentak kaget lalu menoleh
" Ah itu taehyung-ah , aku hanya merasa melihat seseorang yang aku kenal " Jawab jimin gugup
" Benarkah ? Lalu apa kau benar-benar mengenalnya ? " Tanya taehyung lagi
" Eoh ? Anu , iya aku mengenalnya " jawab jimin masih dengan ekspresi gugup
" Siapa dia hyung ? " Jimin semakin bingung , apa yang harus dia katakan pada taehyung
" Itu , dia , hanya seorang teman . Iya , teman lama hehe " jawab jimin berbohong . Taehyung mengangguk mengerti , jimin menghela nafas . Untung saja taehyung tidak curiga
" Dimana jin hyung ? " Tanya jimin mengalihkan pembicaraan
" Itu dia " tunjuk taehyung ke arah pintu cafe yang baru saja terbuka . Jin mengangkat dua buah kantong plastik besar di tangannya
" Ayo kita pulang " ajak jin . Jimin dan taehyung mengangguk lalu masuk kedalam mobil mereka .

~~~

Saat ini minra dan jungkook sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota seoul . Minra berlari-lari kecil saat dia melihat sebuah stan yang menjual berbagai pernak-pernik .
" Oppa lihat ini,ini sangat cocok untukmu " ucap minra , minra melepas topi putih yang dikenakan jungkook lalu memakaikan sebuah topi boneka berbentuk panda di kepala jungkook
" Woahhh , kau benar-benar imut oppa " ucap minra , jungkook tersenyum senang
" Benarkah ? " Tanya jungkook . Minra mengangguk . Ajhuma penjual pernak-pernik itu tersenyum saat melihat tingkah minra dan jungkook .
" Ajhuma , aku akan membeli topi ini " kata minra lalu memberikan sejumlah uang pada ajhuma itu .
" Minra-ya , mengapa kau yang membayarnya ? " Tanya jungkook
" Aku hanya ingin memberikan itu sebagai hadiah untukmu " jawab minra
" Kalau begitu terimakasih banyak " kata jungkook sambil mengusak pelan rambut minra
" Apa kalian pasangan ? " Tanya ajhuma itu , jungkook dan minra menoleh pada ajhuma itu lalu mereka tersenyum
" Iya , kami mulai berkencan hari ini " jawab jungkook sambil merangkul bahu minra . Minra hanya tersenyum malu
" Begitukah ? Selamat ya " ucap ajhuma itu dengan ramah
" Terimakasih ajhuma . Apa kami terlihat serasi ? " Tanya jungkook lagi
" Tentu saja . Kalian pasangan yang sangat manis "
" Woaahh benarkah ? " Teriak jungkook
" Iya , dan sebagai hadiah aku akan memberi kalian ini " ajhuma itu memberikan gelang couple berwarna putih
" Auh ajhuma , tidak usah repot-repot "
" Tidak apa-apa , terimalah " jungkook akhirnya menerima gelang couple itu
" Terimakasih banyak ajhuma " kata jungkook dan minra
" Semoga hubungan kalian selalu baik-baik saja " ucap ajhuma itu . Minra dan jungkook hanya tersenyum

~~~

Hari sudah mulai gelap , jungkook memutuskan untuk pergi ke sungai han sebagai tempat terakhir mereka untuk berkencan hari itu . Mereka duduk di tepi sungai han yang tidak terlalu ramai saat itu
" Minra-ya " panggil jungkook , minra menoleh . Jungkook menatap kedua mata bening milik minra
" Apa kau senang hari ini ? " Tanya jungkook . Minra tersenyum lalu mengangguk
" Apa kau senang menjadi kekasihku ? " Minra tersenyum lagi lalu mengangguk
" Terimakasih minra-ya " ucap jungkook lalu memeluk minra dengan erat . Minra membalas pelukan jungkook
" Aku tidak akan pernah melupakan hari ini " lanjut jungkook , dia melepaskan pelukannya lalu menyentuh wajah minra dengan lembut . Mulai dari rambut , mata , hidung , lalu akhirnya jungkook menyentuh bibir tipis minra . Jantung minra berdebar sangat kencang , begitu juga dengan jungkook . Jungkook menatap minra
" Minra-ya ? Bolehkah ? " Tanya jungkook
" Hari ini aku adalah kekasihmu oppa " jawab minra . Jungkook tersenyum lalu mulai mendekatkan wajahnya hingga hanya tersisa beberapa centi dari wajah minra . Minra menutup matanya perlahan sebelum akhirnya ia merasakan bibir jungkook menyentuh bibirnya dengan sangat lembut .
Jungkook mulai menghisap pelan bibir minra lalu kembali diam dan hanya menyatukan bibir mereka dengan lembut .
Minra akhirnya memegang erat kaos yang jungkook kenakan dan jungkook menekan tengkuk minra dan memperdalam ciuman mereka .
Beberapa menit berlalu , akhirnya minra dan jungkook melepaskan ciuman mereka . Jungkook tersenyum lembut lalu memeluk minra dengan erat
" Aku sangat mencintaimu minra-ya " bisik jungkook tepat di telinga minra
" Aku juga mencintaimu , oppa " jawab minra . Jungkook tersenyum bahagia , akhirnya minra membalas ucapan cinta darinya

~~~

Setelah menghabiskan waktu satu hari . Jungkook mengantarkan minra pulang kerumah orang tua minra . Selama di perjalanan tidak ada satupun dari mereka yang membuka mulut mereka untuk bersuara . Tak lama kemudian mereka sampai di halaman depan rumah minra
" Minra-ya , aku sangat berterimakasih padamu " ucap jungkook
" Aku juga ingin berterimakasih padamu " jawab minra . Lalu keduanya sama-sama diliputi rasa gelisah yang luar biasa . Mereka hanya diam dan bergelut dengan pikiran mereka masing-masing sebelum akhirnya minra membuka suara
" Oppa ? " Panggil minra ragu-ragu
" Eoh ? " Jawab jungkook , minra menggigit bibirnya . Minra sedang berusaha untuk menahan tangisannya saat ini . Meskipun minra tahu cepat atau lambat hal ini akan datang , namun entah mengapa hatinya benar-benar sakit
" Kita akhiri hubungan kita sampai disini " ucap minra pada akhirnya , jungkook menahan nafasnya , hatinya benar-benar seperti ditusuk sebuah pedang panas
" Minra-ya,apa kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita?Aku tidak keberatan menjadi kekasihmu yang kedua " jungkook membujuk minra lalu menggenggam kedua tangan minra . Minra menutup matanya , dia juga tidak ingin berpisah dengan jungkook dia bahagia bersama namja yang lebih muda satu tahun darinya itu . Tapi jika dia harus memilih , dia masih sangat mencintai kekasihnya yang sebenarnya , kim taehyung .
" Tapi jungkook-ah , aku tidak bisa menduakan cintaku . Aku sangat mencintai taehyung oppa " jawab minra , bulir air mata tidak bisa dia tahan lagi . Panggilan oppa selama mereka berkencan hari ini sudah dia ganti menjadi panggilan seperti biasanya
" Nuna , aku bahagia menjadi kekasihmu . Aku tidak ingin berpisah denganmu nuna " jungkook memeluk minra dengan erat , nafasnya tidak beraturan karena menahan rasa sesak di dadanya .
" Jungkook-ah , aku juga bahagia menjadi kekasihmu . Tapi aku tidak boleh serakah , aku harus memilih salah satu diantara kalian " jelas minra sambil terisak, jungkook melepaskan pelukannya , mata jungkook sudah memerah , air matanya sebentar lagi akan mengalir
" Nuna , tidak bisakah kau memilihku saja ? Kumohon ? " Pinta jungkook lalu memeluk minra lagi , dia menangis kencang saat minra membalas pelukannya
" Jungkook-ah , aku tidak bisa menghianati taehyung . Kumohon mengertilah " minra juga masih terisak di dalam pelukan jungkook
" Nuna , kumohon " pinta jungkook lagi . Minra melepaskan pelukan mereka
" Jungkook-ah, maafkan aku . Aku benar-benar tidak bisa memilihmu "
" Tapi kenapa nuna ? Apa aku bukan laki-laki yang baik untukmu ? " Tanya jungkook , air matanya belum berhenti mengalir
" Bukan itu jungkook-ah . Kau adalah laki-laki yang sangat baik untukku . Tapi taehyung , dia adalah laki-laki yang sangat aku cintai . Jadi kumohon mengertilah jungkook-ah " ucap minra mencoba memberi pengertian
" Baiklah nuna , aku akan melepaskanmu . Tapi berjanjilah satu hal padaku ? " Jungkook memegang erat tangan minra
" Jika kau sudah tidak merasa bahagia , atau kau merasa tidak nyaman lagi dengan taehyung hyung . Kapanpun itu , kau tidak boleh mencari pria lain . Kau harus mencariku nuna . Aku akan menunggumu sampai kapanpun " ucap jungkook , minra tersenyum dan mengangguk
" Tentu jungkook-ah . Satu hal lagi yang harus kau ingat . Aku berjanji jungkook-ah di kehidupan yang akan datang , aku akan menjadi milikmu seutuhnya. Aku berjanji " ucap minra , air matanya kembali mengalir . Jungkook menghapus airmata minra dengan kedua tangannya
" Aku akan menunggumu nuna , sampai kapanpun . Meskipun aku mati dan hidup kembali sebagai orang yang berbeda . Aku akan mencarimu dan menjadikanmu cinta sejatiku nuna . " Jungkook memeluk minra lagi , lalu mengecup puncak kepala gadis itu . Jungkook melepaskan pelukannya lalu meraih dagu minra dan mencium bibir tipis minra . Minra membalas ciuman jungkook. Mereka berciuman dengan air mata yang masih mengalir dari mata mereka .
Setelah cukup lama , mereka melepaskan ciuman mereka . Jungkook tersenyum lalu mengecup pelan kening minra
" Selamat tinggal nuna . Aku akan menunggumu dirumah sebagai jeon jungkook yang biasanya . Sebagai jeon jungkook yang selalu melindungimu dan mencintaimu . Meskipun bukan sebagai kekasihmu " jungkook lalu memakai kembali helmnya . Dan menaikki motornya " Sampai jumpa dirumah nuna " jungkook tersenyum lalu menjalankan motornya .
Setelah punggung jungkook mulai menghilang dari pandangannya , minra kembali terisak lalu akhirnya terduduk dihalaman rumahnya sambil menutup wajah menggunakan kedua tangannya minra menangis kencang

~~~

Minra masuk kedalam rumahnya dengan mata yang sembab karena menangis terlalu lama,meskipun jungkook sudah pulang sejak tadi tapi minra berjongkok di halaman rumahnya sambil terisak sampai akhirnya dia menerima pesan dari jungkook kalau dia harus segera tidur . Tapi saat membuka pintu tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya lalu bertanya
" Yoon minra , jawablah pertanyaanku ! Sebenarnya ada hubungan apa antara kau dengan jeon jungkook ? " Tanya seseorang itu , minra tersentak kaget
" Oppa ? "

TBC ~
( RCL  )
Don't copas , take full credit . Gomawo

FF Haruman (just one day) part 13

HARUMAN (just one day)
Part 13 (last 5 part)
Sumary : Beri aku satu hari saja , dan aku berjanji aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku lagi

Author : Dilla oktafiana


All author point of view

" Iya hyung , kencan . Ada apa ? " Jawab jungkook santai
" Apa aku tidak salah dengar ? Dengan siapa kau akan pergi berkencan ? " Tanya taehyung . Jungkook tersenyum
" Aku ini pria yang cukup populer hyung " ucap jungkook sambil merapihkan rambutnya yang baru diwarnai 2 hari yang lalu . Taehyung bertanya-tanya , benarkah jungkook sudah melupakan minra dan mengajak wanita lain berkencan bersamanya
" Terserah kau saja . Semoga sukses dengan kencanmu " ucap taehyung sebelum akhirnya kembali menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal .
" Terimakasih hyung , dan juga , maafkan aku " gumam jungkook lalu keluar dari kamarnya
Saat jungkook hendak keluar , dia bertemu jin dan jimin yang sedang menikmati sarapan mereka yang dipesan dari luar karena minra sedang pulang kerumah orang tuanya sejak 3 hari yang lalu dengan alasan kakak laki-laki minra , Yoon doojoon yang baru saja pulang dari luar negeri untuk berlibur kuliah memintanya pulang untuk beberapa hari .
" Hey maknae ! Mau kemana kau sepagi ini ? " Teriak jimin . Jungkook menoleh
" Aku akan pergi berkencan hyung " jawab jungkook
" Apa ? " Teriak jin dan jimin bersamaan
" Aiissh ada apa dengan semua penghuni rumah ini . Apakah kencan itu sesuatu yang tidak biasa ? Atau tidak normal ? " Jungkook berdecak kesal
" Bukan begitu , kita hanya terkejut . Wahh aku baru menyadari kau bahkan mewarnai rambutmu jungkook-ah ? " Ucap jin , jungkook mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum
" Selamat . Dan semoga sukses dengan kencanmu " kata jimin
" Baiklah . Terimakasih hyung , aku pergi dulu " pamit jungkook lalu berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya dan menjemput seseorang yang akan berkencan dengannya .

~~~

Sementara itu , saat ini dirumah orang tua minra , minra sedang mengiris lobak yang akan diolah oleh ajhuma yang bekerja dirumahnya . Minra sudah berpenampilan rapih , dan sementara dia menunggu seseorang menjemputnya dia membantu ajhuma memasak
" Aigoo , agasshi , kau tidak perlu melakukan itu . Biar aku saja yang mengerjakannya . Bisa-bisa penampilanmu yang sudah cantik ini berantakan agasshi " ucap ajhuma itu , minra hanya tersenyum lalu menggeleng
" Tidak apa-apa ajhuma , aku sudah terbiasa melakukan ini " jawab minra
" Ahh iya aku lupa . Apakah tidak merepotkan tinggal dan mengurus 4 pemuda itu agasshi ? " Tanya ajhuma itu lagi
" Tidak sama sekali ajhuma . Mereka memperlakukanku dengan baik dan juga mereka selalu melindungiku . Mereka juga sangat menyenangkan " jawab minra , ajhuma itu hanya mengangguk mengerti . Tak lama kemudian suara bel berbunyi , minra tersenyum lalu melepaskan celemek yang sedang dipakainya dan meraih tas selempang yang tergeletak di meja makan dekat dapur
" Ajhuma , aku pergi dulu " pamit minra
" Ne agasshi , hati-hati " teriak ajhuma itu
Minra membuka pintu rumahnya lalu melihat jungkook tersenyum lebar kepadanya . Hari ini jungkook terlihat sangat tampan . Jungkook memakai celana jeans berwarna hitam dan memakai kaos berlengan pendek berwarna putih polos yang tertutup jaket hitam yang dia pakai. Jungkook juga memakai sepatu kets berwarna cokelat pudar dan sebuah topi putih yang menutupi rambut cokelatnya benar-benar membuat pemuda itu sangat tampan hari ini .
Minra tersenyum manis
" Yoon minra , apa kau sudah siap ? " Tanya jungkook , minra mengangguk
" Ne jungkook-ah " jawab minra . Jungkook melipat kedua tangannya di dada
" Kau sudah berjanji tidak memanggilku seperti biasanya . Kau harus memanggilku oppa . Kau mengerti yoon minra ? "
" Aku mengerti , oppa " jawab minra , jungkook tersenyum lebar . Dia benar-benar senang minra memanggilnya seperti itu . Sebenarnya alasan minra pulang sejak 3 hari yang lalu adalah dia akan pergi berkencan dengan jungkook selama satu hari . Tapi karena tidak ingin membuat penghuni rumah yang lain curiga dia pergi sejak 3 hari yang lalu dan Minra beralasan bahwa kakak laki-lakinya lah yang menyuruhnya pulang .
" Naiklah " perintah jungkook , minra menurut lalu menaikki motor sport jungkook . Jungkook menarik tangan minra agar gadis itu memeluk pinggangnya . Minra tidak menolaknya
" Jahh , sudah siap . Ayo kita pergi berkencan " teriak jungkook bersemangat . Minra hanya tersenyum lembut

Setelah beberapa menit berkendara , jungkook dan minra berhenti di sebuah cafe lalu masuk kedalam cafe itu
" Aku yakin kau belum sarapan " kata jungkook . Minra mengangguk
" Nah sekarang kau pilih saja apa yang ingin kau makan minra-ya " ucap jungkook , minra melihat-lihat sebentar menu yang terpajang di papan menu milik cafe itu
" Aku ingin sandwich double chesee dan susu vanila hangat " jawab minra , jungkook mengangguk mengerti
" Baiklah kalau begitu . Aku pesan 2 sandwich double keju , satu susu vanila hangat dan satu coklat panas " ucap jungkook pada pelayan cafe
" Ne , silahkan menunggu " ucap pelayan itu ramah . Setelah mendapatkan pesanan mereka jungkook dan minra berjalan menuju meja dekat jendela yang menghadap kearah jalanan seoul yang ramai lalu menyantap sarapan mereka .
" Minra-ya " panggil jungkook , minra menyimpan gelas susu yang baru saja dia minum lalu menoleh pada jungkook . Jungkook tersenyum lalu memegang tangan kanan minra
" Ada apa , oppa ? " Tanya minra
" Aku mencintaimu yoon minra " minra membeku , itu adalah ucapan yang biasa dia dengar dari kekasihnya , taehyung .
" Oppa " jawab minra , entah kenapa lidahnya kelu . Minra tidak bisa menjawabnya . Tapi yang mengherankan adalah , jantungnya berdetak kencang saat ini . Jungkook lalu tersenyum lagi
" Tidak perlu menjawabnya jika kau tidak siap . Suatu saat aku akan membuatmu membalas ucapan itu untukku minra-ya " kata jungkook . Minra hanya diam , mengapa jungkook mendadak terlihat sangat dewasa , sangat berbeda dari biasanya .
" Sudahlah , apa kau sudah selesai ? Aku tidak ingin membuang waktu yang kita milikki " kata jungkook mengalihkan pembicaraan . Minra masih diam dan menatap tangannya yang baru saja disentuh jungkook . Entah mengapa sentuhan jungkook hari ini membuat jantungnya berdebar-debar .
" Minra-ya ? " Panggil jungkook lagi . Minra menggelengkan kepalanya
" Eoh , iya . Aku sudah selesai " ucap minra terburu-buru .
" Baiklah ayo " kata jungkook , minra beranjak dari tempat duduknya . Lalu tiba-tiba jungkook menautkan tangannya . Minra menoleh dengan tatapan kaget , jungkook hanya membalasnya dengan senyuman lalu menarik minra keluar dari cafe itu .

~~~

" Minra-ya , cuaca hari ini sedang bagus . Kau mau ke taman bermain ? " Tanya jungkook sedikit berteriak karena mereka sedang berada di motor
" Tentu " ucap minra dengan nada ceria
" Baiklah , ayo pergi ke taman bermaiiiin " teriak jungkook senang
Beberapa menit kemudian mereka sampai di salah satu taman bermain
Setelah selesai membeli 2 tiket , jungkook dan minra masuk ke dalam taman bermain . Jungkook melirik jam tangannya sekilas
" Ah baru jam 10 rupanya , pantas saja disini belum terlalu ramai " ucap jungkook , minra hanya mengangguk setuju .
" Kau ingin bermain apa dulu minra-ya ? " Tanya jungkook . Minra mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman bermain . Tak lama minra menunjuk sebuah perahu raksasa
" Aku ingin naik itu " pinta minra , jungkook tersenyum lalu menarik tangan minra lalu menaikki perahu raksasa itu .
Saat perahu mulai bergerak ,Minra memegang erat tangan jungkook karena ketekutan , jungkook terkekeh bukankah tadi dia yang memintanya untuk menaikki permainan ini . Tapi jungkook senang karena Minra benar-benar imut saat sedang ketakutan seperti ini .
" Aaaaaaa oppaaaaa " teriak minra saat perahu itu mulai bergerak dengan kencang. Jungkook tertawa semakin kencang , gadis ini benar-benar lucu dimatanya . Dan tentu saja hari ini dia sangat cantik , lihatlah penampilannya yang menawan itu , dengan celana pendek berwarna putih dan kaos berwarna soft pink yang dipadukan dengan jaket berwarna putih senada dengan celananya . Sepatu kets berwarna pink , dilengkapi dengan tas selempang berwarna pink juga , membuat gadis itu terlihat sangat manis saat ini . Jungkook berfikir , siapa namja yang sanggup menolak pesona alami yang dimiliki minra . Kim taehyung memang sangat beruntung bisa membuat gadis seperti minra jatuh cinta kepadanya .
Jungkook dan minra akhirnya turun dari perahu raksasa itu . Minra turun dengan wajah yang luar biasa ketakutan
" Minra-ya , kau baik-baik saja ? " Tanya jungkook mulai khawatir
" Aku baik-baik saja oppa . Ayo kita pergi kesana , aku ingin naik biang lala " ucap minra bersemangat . Jungkook tersenyum lembut lalu mengusak rambut panjang minra dan berjalan membawa gadis itu menuju biang lala yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini .
" Horeeeee " teriak minra kegirangan saat mereka tengah berada di dalam biang lala.
" Kau senang minra-ya ? " Tanya jungkook , minra mengangguk pasti
" Tentu , aku sangat suka taman bermain " jawab minra . Jungkook kembali tersenyum lalu tiba-tiba jungkook menarik minra kedalam pelukannya , minra tersentak kaget
" Terimakasih, kau sudah mengijinkanku menjadi kekasihmu . Asal kau tahu , meskipun hanya satu hari . Aku benar-benar bahagia " ucap jungkook , minra akhirnya membalas pelukan jungkook dan jungkook mempererat pelukannya
Setelah selesai bermain biang lala kali ini minra menarik tangan jungkook untuk mengikutinya .
" Oppa , aku ingin berkendara dengan ini . Karena biasanya aku yang di bonceng olehmu , kali ini aku yang akan memboncengmu " ucap minra sambil tersenyum polos , jungkook mengereyit heran
" Ha ? Kau akan memboncengku menggunakan benda ini ? " Tanya jungkook heran , minra mengangguk . Mereka akhirnya menaiki kendaraan yang minra maksud
" Astaga minra-ya , kau benar-benar aneh " ucap jungkook , minra terkikik
" Ssuuuut , tidak ada penolakan . Ayo berangkat . Ah oppa , jangan lupa berpegangan ya hehehe " kata minra . sebenarnya mereka sekarang tengah menaiki sebuah kuda yang berputar dengan mesin . Karena minra memaksa jungkook hanya mampu tertawa lalu melingkarkan tangannya di pinggang ramping minra dan menyandarkan kepalanya di bahu minra lalu tiba-tiba mengecup pelan pipi kiri minra . Jantung minra kembali berdebar-debar dan pipinya merona merah

~~~

Setelah puas bermain di taman bermain mereka akhirnya keluar dari taman bermain tersebut , raut wajah bahagia tidak dapat mereka sembunyikan . Mereka terus tersenyum satu sama lain sambil bergandengan tangan .
Di sebrang jalan , tepatnya di depan cafe jimin berdiri sambil bersenandung , ia tengah menunggu jin dan taehyung membeli makan siang . Namun ia menghentikan alunan lagu yang sedang ia nyanyikan ketika ia melihat 2 orang yang sedang bergandengan tangan di sebrang jalan sana . Dia menyipitkan matanya untuk dapat melihat lebih jelas sosok yang sepertinya ia kenal itu . Tak lama kemudian matanya membelalak .
" Bukankah itu jungkook ? Dan Minra ? " Teriaknya kaget

TBC ~
( RCL  )
Don't copas , take full credit . Gomawo