Secret Admirer
Sumary : jika kau bersedia , datanglah padaku malam ini . Aku akan menunjukkan siapa aku yang sebenarnya .
Oneshoot
Cast:
-Song SeYeon
-other
Silahkan dibaca ya , jngn lupa komen loh inget hehe
All author point of view
-Selamat pagi Song seyeon , gadis yang sangat indah seperti bunga sakura- Seyeon menatap heran sebuah kertas catatan kecil yang setiap harinya menempel di atas meja yang ia pakai . Seyeon bingung , mengapa orang ini selalu bisa meneruh sesuatu di atas mejanya tanpa diketahui siapapun .
" Seyeonnie apa yang sedang kau lihat ? " Seyeon terperanjat mendengar suara sahabat karibnya itu
" Seperti biasa , aku mendapat sebuah ucapan selamat pagi dari seseorang lewat catatan kecil ini " jawab seyeon sambil memperlihatkan catatan kecil itu tepat di depan wajah sahabatnya . Sahabatnya itu hanya berdecak sebal setelah membaca apa yang tertulis di catatan itu
" Bisakah kau menjauhkan benda itu dariku ? Itu menjijikan ! " Titah jimin lalu menepis tangan seyeon hingga kertas yang tengah seyeon pegang terjatuh begitu saja ke atas lantai . Seyeon menggeram sebal , dia tidak suka dengan sikap seseorang yang tidak bisa menghargai sesuatu pemberian orang lain , meskipun itu hanya selembar kertas catatan kecil .
" Mungkin bagimu ini memang menjijikan ! Tapi bagiku ini berharga ! Kau tidak boleh seenaknya menghina pemberian orang lain ! " Seyeon lalu memungut kertas kecil itu dari lantai lalu memasukannya kedalam saku bagian depan tas sekolahnya . Dia memandang sebal jimin lalu berjalan meninggalkan kelas . Jimin yang merasa bersalah segera mengejar seyeon dengan tergesa-gesa
"Seyeon-ah , maafkan aku" teriak jimin sambil berlari menyusul seyeon
~~~
" Seyeon-ssi " panggil seseorang saat seyeon tengah berjalan hendak memasuki perpustakaan . Seyeon menoleh
" Ne ? " Jawab seyeon ramah
" Aku menerima ini dari anak kecil di depan sekolah . Dia memintaku untuk memberikannya padamu " jelas jin , seyeon mengerutkan dahinya melihat sebuah kotak yang di berikan jin padanya . Seyeon menerima kotak berwarna putih bersih itu .
" Terimakasih sunbae " ucap seyeon lalu membungkuk pada jin . Jin tersenyum lembut
" Sama-sama , seyeon-ssi aku minta maaf karena sebelumnya aku telah membuka kotak itu . Bukannya aku bermaksud lancang . Hanya saja aku takut ada sesuatu yang membahayakan di dalamnya . Aku hanya memeriksanya . Seyeon-ssi tenang saja , isi di dalam kotak itu tidak berbahaya " jin berkata dengan jelas . Seyeon mengangguk
" Tidak apa-apa sunbae , aku justru berterimakasih padamu " seyeon tersenyum sebelum akhirnya berpamitan pada jin
" Sunbae , aku akan ke perpustakaan untuk mencari sebuah buku . Sampai jumpa " pamit seyeon . Jin mengangguk pelan lalu tersenyum
Seyeon berjalan menjauhi jin
" Ya tuhan , mengapa ada mahluk seindah dia " gumam jin sebelum akhirnya tersenyum lalu kembali menuju kelasnya.
~~~
Seyeon kebingungan mencari salah satu bangku kosong di perpustakaan , dia tengah kesusahan membawa buku-buku yang jumlahnya tidak sedikit . Namun sebuah tangan tiba-tiba merebut semua buku-buku yang tengah seyeon bawa . Seyeon tersentak kaget
" Sebaiknya gadis semungil dirimu meminta bantuan seseorang untuk membawa buku sebanyak ini " ujar seseorang itu pada seyeon . Wajah seyeon bersemu merah
" Ne , sunbae " hoseok berjalan lalu meletakkan semua buku-buku itu di salah satu meja kosong .
" Lain kali kalau kau butuh bantuan , aku akan selalu siap sedia menolongmu , ok ? " Hoseok lalu mengedipkan sebelah matanya . Seyeon tersenyum malu lalu mengangguk
" Terimakasih banyak " ucap seyeon
" Tidak masalah nona cantik " ucap hoseok lalu pergi entah kemana
Seyeon duduk di bangku yang telah di pilihkan hoseok . Namun sebelum dia membuka buku-buku yang dia pinjam dia teringat kotak putih yang jin berikan padanya , dia merogoh saku jasnya dan menemukan kotak putih itu . Seyeon membuka kotak itu , dia tertegun melihat isi didalamnya . Sebuah benda berkilau yang sangat indah
" K ? Apa maksud dari huruf K ini " gumam seyeon saat melihat sebuah cincin dengan hiasan huruf K di tengahnya
Setelah itu , seyeon mengambil sebuah catatan kecil yang terselip disana
-indah bukan ? Namun kau harus tau , song seyeon seribu kali lebih indah dari itu-
Seyeon tersenyum kecil , jika penggemar rahasia itu ada disini , seyeon sangat ingin berterimakasih padanya karena telah membuatnya tersenyum setiap hari , meskipun hanya dengan sebuah catatan kecil berisi kata-kata manis .
Disisi lain seseorang itu tengah memperhatikan seyeon , dia tersenyum bahagia melihat sang pujaan hati tersenyum karena sesuatu yang dia berikan .
~~~
Brruukk
" Awww " gerang minra kesakitan . Dia mengutuk batu kecil yang menjadi penyebab lututnya mengeluarkan darah
" Ya tuhan , seyeon-ah . Kau baik-baik saja ? " Tanya taehyung , teman sekaligus ketua kelasnya
" Aku tidak apa-apa taehyung-ah , hanya sedikit luka disini " seyeon menunjuk lututnya . Darah segar mengucur semakin deras
" Apanya yang tidak apa-apa ! Ayo ikut aku ke ruang kesehatan ! " Taehyung segera memapah tubuh mungil seyeon
" Aku bisa berjalan sendiri taehyung-ah , aku tidak ingin merepotkanmu " ucap seyeon merasa canggung
" Kau keras kepala song seyeon ! Meskipun aku menggendongmu , aku tidak akan merasa keberatan . Tubuhmu itu sangat ringan "
" Maafkan aku , dan terimakasih " seyeon akhirnya pasrah tubuhnya dipapah oleh taehyung , hingga akhirnya mereka sampai di ruang kesehatan
" Apa yang terjadi ? " Tanya jungkook , petugas ruang kesehatan untuk hari ini .
" Dia terjatuh di lorong " jawab taehyung . Jungkook segera mengambil peralatan medis dan mengeluarkan kapas,alkohol,perban dan sebuah plester .
" Apa ini sakit ? " Tanya jungkook saat jungkook tengah megobati luka di lutut seyeon , seyeon meringis . Taehyung segera menggenggam tangan seyeon
" Iya , sedikit " jawab seyeon berbohong
" Bertahanlah seyeon-ah " ucap taehyung menguatkan . Seyeon hanya tersenyum tipis .
~~~
Seyeon kembali kedalam kelasnya dengan kondisi lutut yang terbalut perban dan plester
Seyeon duduk di bangku miliknya dan menemukan sebuah catatan kecil
-jika kau bersedia , datanglah padaku malam ini . Aku akan menunjukkan siapa aku yang sebenarnya-
seyeon tersenyum bahagia . Akhirnya dia akan bertemu seseorang yang telah membuatnya tersenyum setiap hari . Setelah sekian lama seyeon menunggu , orang itu akhirnya akan muncul
~~~
Seyeon menutup gerbang pintu rumahnya , lalu mulai berjalan dengan raut wajah ceria . Dia akan bertemu pria itu , pria yang sudah beberapa bulan menjadi penggemar rahasianya . Dia akan pergi ke suatu tempat yang dimaksud oleh penggemar rahasianya itu .
Namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang memakai masker berwarna hitam mendekat kearahnya , seyeon ingin berlari , namun terlambat . Orang itu kini telah menariknya lalu membekap mulutnya dan membawanya entah kemana . Seyeon ketakutan , dan ia memberontak sekuat tenaga , tapi percuma saja , tubuh orang ini jauh lebih kokoh dibandingkan tubuh mungilnya .
Namun yang mengherankan adalah , seyeon sangat familiar dengan aroma parfume ini .
Orang itu akhirnya menghentikan laju mobilnya di sebuah gang sempit , seyeon mengerutkan dahinya bingung , ini adalah gang dekat tempat tujuannya untuk bertemu penggemar rahasia itu .
Dengan mulut yang di sumpal saputangan dia terus mencoba memberontak , namun sia-sia . Kini orang misterius itu tengah memojokkan dia di ujung gang itu lalu membuka penyumpal mulut seyeon
" Selamat malam song seyeon " ucap pria itu . Seyeon tersentak kaget , dia tahu betul pemilik suara ini
" Kau tahu aku sekarang kan ? " Orang itu mulai mengusap pelan wajah seyeon
" Tapi jangan salah paham , aku bukanlah penggemar rahasia yang selama ini kau tunggu . Aku hanya pria yang tidak ingin melihat kau tersenyum karena pria lain " pria itu memegang erat kedua pipi seyeon . Seyeon meringis kesakitan
" Aku melihat catatan kecil itu tadi pagi , dan aku sama sekali tidak akan membiarkanmu menemuinya " dia melepaskan tangannya dengan kasar
" Mengapa kau melakukan hal ini ? " Tanya seyeon dengan nada sedih .
" Sudah ku bilang ! Aku tidak suka kau tersenyum karena pria lain ! Aku mencintaimu . Aku membencimu karena kau tidak pernah peka pada perasaanku . Sekarang , aku akan membuatmu menjadi milikku seutuhnya " ucap orang itu lalu mulai membuka kancing kemeja yang seyeon kenakan
" Jangan lakukan itu ! Kumohon " teriak seyeon , mencoba memberontak
" Diam ! " Bentak pria itu , dia membuka masker yang ia kenakan
" Jimin-ah , kumohon jangan " seyeon mulai menangis . Jimin tersenyum pahit
" Kau tidak menyukai perlakuanku eoh ? " Tanya jimin dengan serak, seyeon hanya diam
" Mengapa kau memperlakukanku semaumu ? Mengapa kau tidak pernah bisa menghargai perasaanku ! Aku mencintaimu ! Tapi kenapa kau selalu tersenyum untuk pria lain ! Bukan untukku ! " Bentak jimin . Seyeon hanya bisa terisak
" Maafkan aku jimin-ah . Aku tidak bermaksud begitu " sesal seyeon . Jimin meninjukan tangannya kearah tembok tepat di sebelah kanan wajah seyeon . Seyeon memejamkan matanya karena takut .
" Kau selalu tersenyum saat pria lain menyentuhmu ! Tapi kenapa kau tidak pernah suka jika aku menyentuhmu ! " Teriak jimin lagi . Seyeon menangis semakin kencang
" Karena kau tidak pernah menunjukkan rasa cintamu ! Aku tidak tahu kalau kau mencintaiku ! Aku hanya senang jika seseorang yang menyentuhku adalah kekasihku sendiri ! "
" Kau pembohong ! Kau hanya pernah berkencan satu kali ! dengan min yoongi brengsek itu ! Tapi saat taehyung,jin,hoseok bahkan jungkook menyentuhmu , kau tersenyum pada mereka ! "
" Karena mereka menyentuhku dengan lembut ! Mereka juga tidak melebihi batas wajar ! " Jimin meninjukan tangannya sekali lagi
" Aku tidak butuh penjelasanmu ! Aku hanya ingin kau jadi milikku seutuhnya mulai saat ini " seyeon ketakutan , ia ingin berlari , namun jimin tidak membiarkannya bergerak sedikitpun .
" Jimin-ah , jangan lakukan ini . Kumohon" pinta seyeon . Jimin tidak mendengarnya . Dan kali ini jimin kembali menyentuh bagian tubuh seyeon . Jimin menyentuh pundak seyeon dan hendak membuka lagi kancing kedua kemeja yang dikenakan seyeon . Seyeon menangis dan memohon pada jimin untuk berhenti , namun jimin tidak menggubrisnya .
" Jimin-ah , park jimin ! Kumohon jangan " teriak seyeon sambil terus menangis
" Lepaskan dia bajingan ! " Bruukkk ! Tiba-tiba ada seseorang yang menjauhkan tubuh jimin dan menghempaskannya lalu meninju wajah jimin dengan keras
" Kau adalah pecundang paling brengsek yang pernah aku temui ! Beraninya kau memperlakukan wanita dengan cara seperti itu ! " Bentak pria itu lalu ia kembali melayangkan tinjunya tepat di wajah jimin
" Kau pikir kau siapa hah ! " Bentak jimin . Pria itu kembali memukul jimin .
" Aku telah merekam semua yang telah kau lakukan pada seyeon , jika kau berani macam-macam Aku akan mengirimkan rekaman ini pada polisi . Sekarang enyah kau dari hadapanku " jimin meludahkan darah yang tersisa di dalam mulutnya . Lalu pergi menggunakan mobilnya .
Seyeon segera berlari lalu memeluk pria itu dengan erat
" Terimakasih jungkook-ah . Terimakasih banyak " ucap seyeon sambil terisak . Jungkook membalas pelukan seyeon . Nafasnya terengah-engah , dia sangat takut seyeon terluka . Dia mencium pucuk kepala seyeon dengan lembut . Lalu mempererat pelukannya
" Aku tidak ingin melihatmu terluka seyeon-ah " ucap jungkook . Seyeon hanya bisa terisak didalam pelukan jungkook
~~~
" Astaga jungkook-ah , tolong aku " teriak seyeon tiba-tiba . Jungkook melepaskan pelukannya .
" Ada apa seyeon-ah ? Apa kau terluka ? " Tanya jungkook khawatir
" Tidak , aku baik-baik saja . Tapi tolong antarkan aku ke taman di sebrang jalan itu , aku telah berjanji dengan seseorang . Aku tidak ingin membiarkannya menunggu lebih lama " jelas seyeon . DEG ! Jungkook membelalakan matanya . Setelah apa yang terjadi padanya tadi , gadis ini masih ingin menemui jungkook ? Menemuinya ? Menemui sang penggemar rahasia itu . Jungkook terharu , ternyata seyeon benar-benar akan datang menemuinya .
Jungkook masih terdiam , dia bahagia . Namun bagaimana dia akan berkata pada seyeon , jika dirinya adalah penggemar rahasia yang ingin seyeon temui itu . Jungkook lalu melihat sebuah benda berkilau melingkar di jari manis tangan kiri seyeon . " Ya tuhan , dia bahkan memakai cincin itu " batin jungkook . Huruf 'K' yang menjadi hiasan cincin itu sebenarnya inisial nama panggilan jungkook saat dia masih menginjak sekolah menengah pertama . 'Kookie' seyeon sendiri yang memanggilnya seperti itu saat mereka menjadi teman satu kelas dulu . Sejak saat itulah jungkook mulai menyukai seyeon . Karena tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkannya , jungkook hanya bisa menjadi penggemar rahasia seyeon .
" Jungkook-ah ? Kumohon " jungkook terperanjat .
" Eoh ? Baiklah , aku akan mengantarmu "
~~~
Seyeon mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru taman , namun disana tidak ada orang satupun . Seyeon mendesah sedih
" Dia tidak ada,dia mungkin sudah pergi.Aku membuatnya terlalu lama menunggu " seyeon mulai berkaca-kaca . Jungkook merasa sangat bersalah .
" Seyeon-ah , sebaiknya kita pulang disini sangat dingin " jungkook berkata , dalam hatinya dia merasa telah menjadi seorang pecundang .
" Aku sangat ingin menemuinya , aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padanya karena telah membuatku tersenyum setiap hari . Tapi aki menyia-nyiakan kesempatan itu " seyeon mulai terisak . Jungkook semakin merasa bersalah . Akhirnya jungkook menarik seyeon kedalam pelukannya .
" Maafkan aku seyeon-ah " batin jungkook .
~~~
Jungkook berjalan di lorong sekolah yang sudah mulai sepi karena para penghuninya telah meninggalkan sekolah ini saat bel pulang berbunyi 1 jam yang lalu . Seperti biasa , jungkook sudah melakukan kebiasaannya meninggalkan sebuah catatan untuk pujaan hatinya , song seyeon . Namun kali ini , bukan hanya sekedar catatan . Ini lebih seperti sebuah surat cinta
~~~
Seyeon mengambil selembar surat yang tergeletak di atas mejanya , dengan hati yang gelisah dia mulai membacanya
- untuk song seyeon yang sangat aku cintai
Seyeon-ah , apa kau baik-baik saja hari ini ? Maafkan aku telah menjadi seorang pecundang yang tidak berguna untukmu . Malam tadi aku sangat ingin menemuimu , tapi ada beberapa alasan yang membuatku tidak bisa datang kesana dan menemuimu sebagai penggemar rahasia yang selalu memperhatikanmu . Lewat surat ini , aku akan mengungkapkan betapa besarnya rasa cinta yang aku milikki untukmu . Sejak 4 tahun yang lalu , aku menyukaimu . Sejak kita masih duduk di bangku sekolah menengah pertama . Kau adalah gadis pertama dan satu-satunya yang bisa membuatku gelisah , karena kau membuatku memikirkanmu setiap hari,setiap jam,setiap menit , bahkan kini setiap detik . Maafkan sikap pecundangku yang telah membuatmu kebingungan menerka-nerka siapa aku yang sebenarnya , karena sebenarnya aku adalah orang yang sangat dekat denganmu sejak 4 tahu yang lalu . Namun aku tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengakui perasaanku , karena itu maafkan aku seyeon-ah . Sampai saat ini aku masih belum berani mengakui perasaanku padamu secara langsung , jadi lewat surat ini aku menyatakan dengan pasti jika AKU SANGAT MENCINTAIMU . Aku tidak berharap kau membalas cintaku , karena aku tahu kau sangat membenci pecundang sepertiku . Jadi tolong maafkan pecundang yang bodoh ini seyeon-ah .
Dari aku yang sangat mencintaimu 'K'-
Seyeon meneteskan air matanya . Setelah itu dia berlari meninggalkan ruang kelasnya sambil menangis
~~~
Jungkook baru saja akan berbelok menuju lapangan parkir sekolahan untuk mengambil mobilnya . Namun langkahnya terhenti saat seseorang dengan tiba-tiba memeluknya dari belakang
" Maafkan aku jungkook-ah " ucap gadis itu . Jungkook berbalik dan menemukan seyeon tengah terisak . Di tangan gadis itu terselip sebuah surat yang ia tulis
" Seyeon-ah " bisik jungkook
" Maafkan aku yang terlalu bodoh tidak menyadari keberadaanmu " seyeon menatap jungkook dengan nanar
" Seyeon-ah . Mengapa kau bisa mengetahuinya ? " Ucap jungkook lalu memegang pundak seyeon dengan lembut .
" Aku melihatmu keluar dari dalam kelasku tadi , dan aku melihat itu " seyeon menunjuk kalung yang sedang dikenakan oleh jungkook . Kalung itu memiliki bandul cincin yang sama dengan cincin yang sedang seyeon pakai
" Maafkan aku seyeon-ah . Jangan menangis " ucap jungkook lalu mengahpus airmata seyeon yang mengalir dipipi gadis itu
" Aku yang seharusnya meminta maaf padamu jungkook-ah " jungkook tersenyum lembut lalu menarik seyeon kedalam pelukannya
" Aku bahagia akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaanku padamu " ucap jungkook lalu mencium pucuk kepala seyeon dengan sangat lembut . Seyeon berjinjit lalu membisikan sesuatu tepat ditelinga jungkook
" Aku mencintaimu " bisik seyeon . Jungkook membelalakan matanya , lalu beralih menatap seyeon
" Apa kau bilang ? " Tanya jungkook
" Aku mencintaimu , kookie-ya " jungkook tersenyum bahagia lalu dengan cepat dia menempelkan bibirnya keatas bibir mungil milik seyeon . Seyeon menutup matanya dan membalas ciuman jungkook .
Jungkook melepaskan tautan bibir mereka lalu tersenyum lagi
" Kau adalah mahluk terindah yang tuhan turunkan untuk menjadi seseorang yang mengisi hatiku . Jadilah kekasihku , untuk sekarang dan selamanya " seyeon mengangguk . Lalu jungkook kembali menarik seyeon kedalam pelukannya .
The end ....... Maaf ya kalau banyak kekurangan dan mengecewakan reader-deul
Meskipun begitu tetap RCL ya
Thanks for reading and take full credit if you want to copas this story
Tidak ada komentar:
Posting Komentar