HARUMAN (just one day)
Part 15 (last 3 part)
Sumary : Beri aku satu hari saja , dan aku berjanji aku tidak akan memintamu menjadi kekasihku lagi
Author : Dilla oktafiana
Cast :
-Yoon MinRa ( Minra )
-Jeon JungKook ( JungKook )
-Kim TaeHyung ( V )
-Kim SeokJin ( Jin )
-Park JiMin ( Jimin )
School love story
Hai hai reader-nim hehehe ini 3 part terakhir nihh , ada yg nunggu ? Hehe kalau ada silahkan dibaca , dan jngn lupa dikomen okeh ? Oke yaudah happy reading
All author point of view
" Jawab pertanyaanku yoon minra , ada hubungan apa kau dengan jungkook ? Aku melihatmu berciuman dengannya tadi " tanya doojoon , minra segera memeluk kakak laki-laki kesayangannya itu
" Oppa , kapan kau kembali ? " Tanya minra kaget
" Itu tidak penting sekarang , jawablah dulu pertanyaanku"
" Oppa , aku benar-benar tersiksa sekarang" kata minra
" Eoh ? Apa jeon jungkook menyakitimu ? " Tanya doojoon lagi
" Tidak oppa , dia bahkan bukan kekasihku lagi " ucap minra
" Apa maksudmu ? Kau membuatku bingung minra-ya " minra melepaskan pelukannya
" Sebenarnya aku sudah lama berkencan dengan kim taehyung " aku minra , doojoon terkejut .
" Ya tuhan , apa yang terjadi sebenarnya selama kau tinggal disana ? "
Doojoon dan minra pergi ke taman belakang rumah mereka dan duduk di salah satu bangku yang ada disana . Minrapun mulai bercerita
" Taehyung dan jungkook sama-sama mencintaiku oppa . Tapi taehyung yang lebih dulu menyatakkan cintanya , karena aku juga mencintai taehyung aku menerimanya . Tapi jungkook tidak menerima kenyataan itu oppa , dia terus menyatakkan cintanya padaku . Awalnya aku hanya menyayangi jungkook sebagai adik saja dan aku selalu menolak pernyataan cintanya , tapi saat dia memintaku menjadi kekasihnya beberapa hari yang lalu dia memaksaku untuk berkencan dengannya untuk satu hari . Aku menyetujuinya dengan syarat hanya selama satu hari " doojoon menghela nafas , ada-ada saja cerita aneh dari anak-anak ini
" Lalu ? Apa yang membuatmu tersiksa ? Kau bilang jungkook sudah tidak menjadi kekasihmu lagi ? " Tanya doojoon . Minra mengangguk
" Aku memang sudah memutuskan hubunganku dengannya oppa . Tapi apa yang membuatku tersiksa adalah kenyataan bahwa jungkook membuatku jatuh cinta padanya saat kami berkencan hari ini " doojoon tersenyum . Rupanya adik kesayangannya ini tengah kebingungan dengan perasaannya sendiri
" Saat kau memutuskan anak itu maksudku jeon jungkook , apa kau sudah yakin memilih taehyung ? " Tanya doojoon lagi , minra diam . Dia juga mulai ragu apakah dia benar-benar yakin dengan pilihannya
" Minra-ya , dengarkan aku . Kau mungkin tengah bingung sekarang . Namun apapun yang terjadi ikutilah kata hatimu . Hatimu tidak akan pernah berbohong . Hanya itu yang bisa aku katakan padamu , karena aku sama sekali tidak berhak untuk menentukan pria mana yang harus kau pilih . Sekarang tidurlah , ini sudah terlalu larut " ucap doojoon lalu meninggalkan minra .
~~~
Jungkook membuka pintu rumahnya setelah sebelumnya dia mengirim pesan pada minra agar gadis itu segera tidur . Jungkook membuka pintu lalu masuk dan menemukan jin dan jimin sedang menonton televisi di ruang tengah
" Eoh , kau sudah pulang ? " Tanya jin begitu dia melihat sosok jungkook berjalan ke arah dapur . Jimin menoleh ke arah jungkook yang sekarang tengah menuangkan air putih kedalam gelas
" Ne hyung " jawab jungkook singkat lalu meneguk air putih itu hingga habis . Jin memandang jungkook dengan tatapan heran masalahnya wajah jungkook terlihat sangat pucat . 'Ada apa dengan anak itu , bukankah seharusnya dia senang setelah pergi berkencan' pikir jin . Jimin hanya bisa menghela nafas , meskipun tidak mengetahui hal itu secara pasti namun setidaknya jimin mengetahui sesuatu saat melihat jungkook dan minra bersama tadi siang
" Dimana taehyung hyung ? " Tanya jungkook tiba-tiba
" Entahlah , sejak tadi siang dia tidak ada dirumah . Mungkin dia sedang berkumpul dengan klub basketnya ". Jawab jin . Jungkook mengangguk mengerti
" Emmm , jungkook-ah . Bisakah kita bicara sebentar ? " Tanya jimin . Jungkook terlihat kebingungan namun akhirnya dia mengikuti jimin ke lantai 2 . Jin menghela nafas
" Mereka benar-benar tidak memperdulikan keberadaanku . Andai saja ada minra disini " gumam jin
~~~
Jimin membuka pintu kamar taehyung dan jungkook,lalu duduk di atas ranjang . Jungkook masih berdiri , dia tidak mengerti apa maksud jimin membawa dirinya masuk ke dalam kamarnya sendiri , jungkook tidak berani berpikir macam-macam . Apa jimin akan mengajaknya tidur bersama ? Auh tidak , jungkook menggelengkan kepalanya . Membayangkannya saja sudah membuat jungkook merinding . Jimin adalah orang yang aneh , jungkookpun heran mengapa jin mau tidur satu kamar dengan jimin . Sudahlah , jungkook tidak peduli lagi . Itu derita jin .
" Hyung , ada apa ? " Tanya jungkook pada akhirnya
" Kemarilah " jimin menepuk ranjang , memberi tanda kepada jungkook agar namja itu duduk disampingnya . Jungkook menurut lalu duduk di samping jimin
" Apa kencanmu sukses ? " Jimin bertanya lalu menoleh ke arah jungkook
" Eoh ? Tidak terlalu hyung " jawab jungkook sambil tersenyum pahit
" Kenapa ? Apa kencanmu tidak menyenangkan ? " Tanya jimin bertingkah seperti tidak mengetahui apa-apa
" Bukan begitu hyung , kencan ini sangat istimewa dan menyenangkan . Kami tertawa sepanjang hari hyung " jungkook memandang gelang putih yang melingkar di tangan kirinya dengan sendu
" Benarkah ? Lalu kenapa kau terlihat sangat sedih ? "
" Kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami hyung " jungkook mulai terlihat berkaca-kaca
" Apa ? Kenapa ? " Jimin terkejut
" Aku rasa hubungan ini tidak benar hyung . Aku terlalu mencintai gadis itu hyung . Tapi dia , dia mencintai namja lain , dia lebih memilih bersama namja itu hyung , karena aku hanyalah kekasih gelapnya " jungkook meneteskan air mata kepedihannya , jimin menepuk pelan pundak jungkook
" Kau mengambil keputusan yang benar jungkook-ah . Kau tidak boleh merebut sesuatu yang telah dimilikki orang lain,meskipun di dunia ini kau bisa dengan mudahnya merebut harta,jabatan bahkan kekuasaan. Tapi ingatlah , cinta bukanlah sesuatu yang bisa kau dapatkan dengan cara seperti itu , cinta adalah sesuatu hal yang diberikan tuhan untuk membuat kita bahagia,jadi jangan pernah merebut kebahagiaan orang lain dengan cara merebut orang yang dicintainya . Biarkanlah orang yang kau cintai itu bahagia dengan orang yang berhak mendapatkan cintanya " jungkook menghapus air matanya
" Aku tahu hyung , akupun menyadari betapa jahat dan egoisnya aku melakukan hal seperti itu . Tapi aku sangat mencintainya hyung . Aku bahkan tidak bisa menghapusnya dari pikiranku . Dia menghantui pikiranku hingga kedalam mimpi . Cinta yang aku rasakan ini benar-benar mengerikan hyung hingga membuat diriku sendiri ketakutan dan akhirnya akulah yang melakukan hal yang menakutkan , aku merebut cintanya dari laki-laki lain. Aku pantas mendapatkan hukuman " jungkook mulai terisak lagi . Jimin memandang iba lalu merangkul bahu jungkook dengan erat
" Aku tahu ini berat jungkook-ah . Aku sangat mengerti perasaanmu saat ini . Tapi aku memperingatkanmu untuk hal ini, lepaskan dia , lepaskan gadis itu , biarkan dia bahagia bersama kim taehyung " jungkook tersentak kaget
" Kau mungkin tahu kalau aku dan jin hyung juga merasakan hal yang sama denganmu . Tapi kami tidak punya keberanian untuk merebut minra dari taehyung , kami hanya ingin minra bahagia . Tapi kau sangat berani jungkook-ah , kau hebat . Kau bisa membuat minra luluh dan memberikanmu kesempatan untuk berkencan dengannya tanpa kami ketahui . Kau membuat gadis sepolos minra bisa mendua " jungkook menatap jimin
" Hyung " gumam jungkook , jimin tersenyum seolah mengerti apa yang sedang jungkook pikirkan jimin berkata
" Aku melihatmu bersamanya tadi siang "
" Maafkan aku hyung . Aku memang pria yang buruk " jimin kembali tersenyum
" Tidak apa-apa jungkook-ah , setidaknya kau sudah mengakhiri hubunganmu dengan minra . Jadikanlah semua ini pelajaran untukmu , jangan kau ulangi lagi apa yang telah kau lakukan pada minra dan taehyung " jimin berdiri lalu mengusak rambut jungkook
" Aku percaya kau adalah namja yang baik , aku bangga mempunyai adik sepertimu . Sekarang tidurlah " jimin berjalan meninggalkan jungkook yang masih terdiam
~~~
" Aku pulaaaaaang " teriak minra . Setelah beberapa hari berpikir akhirnya dia memutuskan untuk kembali kerumah itu .
" Woaaah , lihatlah kemari . Siapa yang datang " teriak jimin . Jin , jungkook dan taehyung menghampiri jimin dan minra
" Astaga , beberapa hari tidak melihatmu aku merasa kau semakin cantik minra-ya" jin menggoda minra seperti biasanya . Minra hanya terkekeh
" Aku merindukanmu , yoon minra " ucap taehyung lalu segera menarik minra ke dalam pelukannya . Sementara itu Minra melihat sosok jungkook tersenyum padanya di balik dada bidang milik taehyung
" Aissh taehyung-ah , lepaskan dia ! Kau pikir hanya kau saja yang merindukannya , huh ! " Kata jimin . Taehyung melepaskan pelukan mereka
" Annyeong nuna " sapa jungkook sambil tersenyum lebar
" Annyeong jungkook-ah " balas minra .
" Minra-ya ? " Panggil jimin tiba-tiba
" Ada apa oppa ? "
" Aku lapar sekali " ucap jimin memelas sambil memegang perutnya
" Ya tuhan " kata minra sambil menggeleng . Yang lain memandang jimin dengan tatapan malas
~~~
" Jimin oppa , jungkook-ah . Ayo kita pergi belanja . Kita sudah kehabisan bahan-bahan makanan " teriak minra lalu menutup kembali kulkas yang sudah tak berisi itu .
" Horeeeee , nuna mengajakku berbelanja " teriak jungkook senang . Minra hanya tersenyum geli . Anak itu benar-benar berkepribadian ganda , minra berpikir mungkin jungkook memang telah melupakannya , melupakan hari itu
" Minra-ya , kau tunggu apa lagi ? " Tanya jimin sambil mengkibas-kibaskan tangannya di depan wajah minra . Jimin tidak tahu apa yang sedang dipikirkan minra . Gadis itu masih saja melamun seperti patung
" Nuna ! Nuna ! " Panggil jungkook sedikit berteriak . Akhirnya minra tersadar dari lamunannya
" Eoh ? Ahh maaf . Ayo kita berangkat " jimin dan jungkook menatap minra dengan heran , kenapa pagi-pagi sudah melamun .
" Jin oppa , taehyung oppa . Kami pergi " pamit minra
" Hati-hati minra-ya . Jimin tidak ahli menyetir " teriak jin . Jimin mendengus sebal
" Tapi aku tidak terlalu buruk hyung ! " Bentak jimin membela diri . Minra tertawa
" Biar jungkook saja yang menyetir mobilnya " ucap minra , jimin memandang sebal ke arah jungkook . Lalu beralih menatap minra
" Minra-ya , kau tidak percaya padaku ? " Jimin merajuk lalu menarik-narik baju yang minra kenakan . Seperti anak kecil yang ingin dibelikan permen oleh ibunya
" Aku tidak terlalu yakin padamu oppa " minra mengangkat kedua alisnya , dia senang sekali mengusili oppanya yang satu ini
" Minra-ya , kau sungguh tega padaku " jimin mengerucutkan bibirnya lucu . Minra tertawa semakin kencang
" Baiklah , aku akan membiarkanmu menyetir oppa " ucap minra . Jimin langsung tersenyum lebar
" Horeeee itu berarti aku duduk berdua dengan nuna di kursi tengah " teriak jungkook tiba-tiba
" Hya ! Jeon jungkook ! Lihat saja jika kau berani macam-macam pada kekasihku " teriak taehyung
" Aku mengerti hyungnim " ucap jungkook pada akhirnya
" Sudahlah . Ayo kita pergi " ajak minra . Mereka pun keluar dari rumah itu
~~~
Jin menguap , siaran televisi yang ia lihat sama sekali tidak menarik . Ini adalah libur musim panas tapi jin sama sekali tidak menikmati liburannya . Dia lebih suka pergi ke sekolah dan menggoda beberapa wanita yang menyukainya , bagi jin itu adalah salah satu hiburan tersendiri haha
" Hyung , mengapa mereka lama sekali ? Aku benar-benar lapar " ucap taehyung yang baru saja turun dari kamarnya dilantai dua
" Entahlah " jawab jin singkat . Taehyung hanya diam lalu duduk di samping jin dan ikut menonton acara musik yang sedang ditonton oleh jin . Mereka hanya diam sebelum akhirnya suara bel membuat mereka terkejut .
" Biar aku saja yang membukanya " ucap jin lalu berjalan menuju pintu . Jin membuka pintunya namun detik selanjutnya dia terkejut setelah melihat seseorang yang muncul dari balik pintu
TBC ~
( RCL )
Don't copas , take full credit . Gomawo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar